Koni Aceh Gelar Pelatihan Sport Medis dan Gizi Atlet

Banda Aceh – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh mengadakan pelatihan sport medis dan gizi atlet yang diikuto oleh pelatih cabang olahraga. Acara yang dimulai sejak 28 hingga 29 Oktober 2017 ini diikuti oleh peserta dari 24 cabang olahraga, yang masing-masing diwakili tiga orang pelatih, dengan kategori dua peserta binaan dan satu peserta non binaan.

Acara dibagi dalam dua kegiatan, pelatihan sport medis yang dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober, dan pelatihan gizi pada tanggal 29 Oktober 2017.

Ketua Panitia pelatihan sport medis, H. T. Rayuan Sukma mengatakan, dengan berkembangnya ilmu pengetahuan tentang medis olahraga, para pelatih dituntut untuk memahami dan menerapkan ilmu medis secara terpogram dan sistematis.

“Untuk mengikuti kemajuan zaman KONI Aceh membuat workshop untuk meningkatkan kemampuan pelatih baik bidang medis serta pengetahuan tentang gizi. Melatih para atlet tidak cukup dengan melatih fisiknya saja akan tetapi harus diimbangi dengan program-program sport medis dan gizi yang seimbang,” kata T. Rayuan.

Sementara Ketua Panitia Pelatihan Gizi, Bachtiar Hasan menyampaikan, pengetahuan tentang asupan gizi bagi atlet adalah hal yang mutlak yang harus dipahami oleh masing-masing pelatih.

“Harus dipahami pula, berbeda cabang olahraga, maka berbeda pula cara penanganan gizi,” kata Bachtiar.

Dalam pelatihan yang digelar oleh KONI Aceh tersebut kata Bachtiar, para pemateri akan menyampaikan perbedaan-perbedaan dalam penanganan gizi bagi para atlet.

Adapaun materi-materi yang disampaikan pada pelatihan gizi antaralain, metabolisme zat makro (karbon hidrat, protein dan lemak) serta metabolisme zat mikro (vitamin dan mineral). Materi lainnya mengenai pengaturan makanan pada periode pelatihan, serta pada saat sebelum dan sesudah pertandingan.

Secara terpisah, Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abu Bakar alias Abu Razak mengatakan, bahwa pelatihan yang dilaksanakan oleh KONI Aceh bagi para pelatih cabang olahraga binaan merupakan bagian dari misi dalam meningkatkan prestasi olahraga Aceh. oleh karena itu, selain mengadakan Pemusatan latihan daerah (Pelatda) Desentralisasi tahun 2017, KONI Aceh juga mengadakan pelatihan bagi para pelatih.

“Kita ingin genjot semua lini. Kemampuan pelatih dan atlet harus seimbang, baik dari sisi teknis pelatihan dan teknis pertandingan. Pelatih dan atlet harus sama-sama memiliki kemampuan yang profesional,” kata Abu Razak.

Abu Razak juga menjelaskan bahwa pelatihan dan Pelatda desentralisasi tahun 2017 adalah bagian dari persiapan jauh-jauh hari KONI Aceh dalam menghadapi PON Papua tahun 2020 dan rencana Aceh-Sumut menjadi tuan rumah PON tahun 2024.

“Setelah pelatihan ini, kita harapkan bagi para pelatih untuk dapat menerapkan ilmu yang didapatkan dalam metode pelatihan,” kata Abu Razak.[]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *