Home Event Shabela: Saya Bukan Si Payung

Shabela: Saya Bukan Si Payung

58
0

Takengon, Gunung Suku Rawe, tanohgayo.com- Shabela Abubakar Bupati Aceh Tengah menolak Si “Payung”. Hal itu diutarakannya dengan nada canda saat menutup Romansa Festival Takengon, di Kampung Gunung Suku Kecamatan Lut Tawar, Rabu (30 Oktober 2019).

Sebelum menutup kegiatan tersebut, panitia memanyungi Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Aceh Tengah saat memberikan sambutan. Hal itu terlihat di atas panggung yang disediakan panitia tepat di tepi Danau Lut Tawar.

“Saya menolak untuk dipayungi, karena saya bukan Marga Si Payung,” kata Shabela dengan senyuman yang disambut gelak tawa hadirin yang menghadiri kegiatan tersebut.

Selaku pimpinan daerah, Shabela sangat jarang terlihat dipayungi ajudan maupun ADC meski dalam cuaca hujan gerimis atau panas. Ia lebih leluasa tanpa payung oleh ajudan dalam kunjungan ke daerah- daerah.

Sipayung adalah marga anak (sub) marga dari Situngkir. Konon Sipayung berasal dari keturunan Guru Taun dari Silalahi Nabolak. Guru Taun memiliki banyak keturunan dan beberapa istri namun semua keturunannya memakai marga Sipayung. Keturunannya kemudian menyebar ke Karo, Simalungun dan Samosir. Demikian dikutip dari wikipedia.

Marga Sipayung yang disampaikan Shabela bukan berarti masyarakat tersebut selalu menggunakan payung. Namun hanya candaan ketika ada pihak tertentu yang selalu harus dipayungi. “Si Payung” dalam bahasa Gayo berarti “dimana payung”. (Wyra)