Aceh Bersiap Gelar Pendidikaan Tatap Muka

308
Indonesia bersiap gelar pendidikan tatap muka, kesehatan dan keselamatan jadi prioritas./Foto Agus RB

Aceh Besar, Tanohgayo.com –Januari 2021 mendatang, Indonesia dijadwalkan mulai mengizinkan sekolah menyelenggarakan pendidikan tatap muka. Namun, guna melindungi kesehatan dan keselamatan anak, rencana sekolah tatap muka atau pembelajaran tatap muka (PTM) pada semester genap Tahun Ajaran 2020-2021 akan dilaksanakan berdasarkan persyaratan yang sangat ketat.

Wakil Ketua DPRK Aceh Besar Zulfikar Aziz membenarkan rencana sekolah tatap muka tahun 2021 mendatang di wilayahnya sama halnya dilakukan di tanah air, dan berharap dinas terkait serta seluruh elemen pendidikan kabupaten mematangkan seluruh aspek teknis terkait prokes kesehatan dan pendidikan , memastikan keselamatan kesehatan jadi prioritas di sekolah, madrasah dan dayah.

“Benar sudah mulai tatap muka sesuai surat keputusan berama (SKB) menteri, Pemkab Aceh Besar dalam hemat kami , Pemkab terdiri dari parlemen dan pimpinan daerah dan dinas terkait jadi kendali utama, dan diharap meakukan persiapan matang atas pelaksanaan tersebut,” tutur Zufikar dihubungi Minggu (29/11).

Zulfikar mengatakan keselamatan peserta didik, guru dan siswa , santri dan pengasuh pondok diminta jadi prioritas dalam pelaksanaan sekolah tatap muka,

“Saran saya tatap muka sekolah dayah, protokol kesehatan jadi prioritas, dijaga di sekolah, prokesnya dijaga, usul juga sekolah jangan full semua seperti sebelum ada pandemi harus ada kelonggaran di sekolah atau madrasah. Kelas ganjil hari apa, kelas genap hari apa, jadi jangan kebablasan juga nanti, karena kita belum tau Corona ini sampai kapan,”pungkas Zulfikar.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim dikutip http://humas.acehprov.go.id/ mengizinkan sekolah menyelenggarakan pendidikan tatap muka mulai Januari 2021.

Menyikapi kebijakan tersebut, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Aceh bergerak cepat mempersiapkan guru dan murid di semua jenjang pendidikan di Aceh.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani kepada awak media di Banda Aceh, baru-baru ini.

Kebijakan Mendiknas tampaknya akan disahuti semua pihak, dan perlu diantisipasi sejak dini supaya proses belajar tatap muka itu dapat berlangsung aman di masa pandemi Covid-19 saat ini.
“Kebijakan belajar tatap muka di tengah pandemi ini bisa berdampak buruk apabila tidak dipersiapkan dengan sebaik-baiknya sejak sekarang,” ujar SAG.

SAG menjelaskan, Satgas Covid-19 Pemerintah Aceh akan melakukan Gerakan Masker Sekolah (GEMA) pada 2 Desember 2020 di seluruh Aceh. Kegiatan GEMA itu melibatkan 6.783 institusi pendidikan negeri dan swasta, yang meliputi 3.506 SD, 600 sMIN, 1.182 SMP, 400 MTsN, 267 MAN, 222 SMK, 75 SLB, di seluruh Aceh.

Pada pelaksanaannya nanti sebanyak 1.081.174 murid dan siswa akan dipakaikan masker oleh guru wali kelasnya. Satgas Covid-19 Aceh telah mempersiapkan masker untuk kegiatan tersebut dan akan didistribusikan ke sekolah-sekolah sesuai target GEMA.
“Ini bukan kegiatan bagi-bagi masker, melainkan teknik edukasi untuk menyentak kesadaran masyarakat sekolah tentang pentingnya memakai masker di masa pandemi ini,” tutur SAG. (Agus Rahmad B)

#PakaiMasker #JagaJarak #CuciTanganPakaiSabun adalah perilaku kunci minimalkan risiko tertular COVID-19. Disiplinkan diri, ingatkan orang lain. covid19.go.id