19.000 Warga Aceh Alami Gangguan Jiwa, 96 Diantaranya Dipasung

By tanohgayonews 21 Sep 2016, 21:06:21 WIBkesehatan

19.000 Warga Aceh Alami Gangguan Jiwa, 96 Diantaranya Dipasung

TANOHGAYO.COM - Jumlah masyarakat penderita gangguan jiwa di Propinsi Aceh Tergolong tinggi, hingga memasuki tahun 2016 terdapat lebih dari 19.000 orang penderita gangguan jiwa dengan berbagai faktor maupun jenisnya, tersebar pada 23 kabupaten kota di daerah itu.

Hal itu dikatakan Kepala Seksi Konseling Dinas Kesehatan Aceh Sarifa Yessi Hediyati, pada kegiatan penguatan dan pembentukan Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) kabupaten kota, yang berlangsung di gedung op room Setdakab Aceh Tengah, Rabu (21/9/2016).

Dijelaskan, dari jumlah 19.000 tersebut sekitar 8.000 diantaranya kini telah mampu mandiri setelah mendapatkan perawatan dari dinas kesehatan atau rumah sakit setempat, kendati demikian masih ditemukan puluhan penderita gangguan jiwa berat sehingga terpaksa dipasung oleh pihak keluarga.

“Hari ini pasung di Aceh ada 96 orang, yang terbesar itu ada 38 orang di Kabupaten Aceh Utara, kemudian ada 28 pasien kambuhan yang sudah lepas beberapa tahun kemudian dipasung lagi, itu karena apa, kondisi sosial keluarganya (yang jadi penyebab gangguan jiwa) tidak ikut dibenahi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan dari Dinas Kesehatan Aceh Tengah Retno Sukalilah menyebutkan, khusus untuk daerah tersebut terdapat 674 penderita gangguan jiwa, hal itu sesuai data terakhir yang dimiliki pihaknya hingga bulan juni 2016 lalu.

“Di Aceh Tengah itu ada 200 penderita gangguan jiwa, rata-rata berusia produktif dengan gangguan jiwa Skizofrenia (gangguan jiwa kronis). Terbanyak berada di Kecamatan Bebesen, Silih Nara dan di Kecamatan Kebayakan,” jelasnya.

Sebelumnya Asisten Administrasi Umum Setdakab Rijaluddin mewakili Bupati Aceh Tengah menyebutkan, penanganan kesehatan jiwa perlu dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan karena memiliki dimensi yang cukup kompleks dan membutuhkan banyak peran dari berbagai pihak.

"Penanganan kesehatan jiwa tidak mungkin hanya ditangani dinas kesehatan saja, namun perlu dukungan masyarakat, seperti tokoh agama dan tokoh adat, yang lebih penting partisipasi keluarga penderita," jelasnya.

Disebutkan, kesehatan jiwa tidak hanya terkait masalah medis atau psikologis semata, namun mempunyai dimensi sosial budaya sampai dimensi spritual dan religius.

"Kami yakin keterpaduan TP-KJM Kabupaten/Kota akan dapat bekerja maksimal sehingga pasien ganguan kesehatan jiwa di Aceh Tengah dapat ditangani dengan baik," demikian Rijal. (Mika/FJ)

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook