Aset Pemda (Mulai) Dikuasai Perseorangan ?

By tanohgayo.com 19 Agu 2017, 16:49:29 WIBekonomi

Aset Pemda (Mulai) Dikuasai Perseorangan ?

Takengon, Tanohgayo.com- Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah telah selesai membangun beberapa ruko di Paya Ilang  tahun anggaran 2015 dan 2016. Pantauan tanohgayo.com, disana telah berdiri kantor PWI, Bank Aceh dan BPRS Renggali serta dua ruko untuk cafe. Di sisi yang berdekatan dengan pasar dan kios-kios milik pemda ada juga bangunan ruko yang pertama kali dibangun, saat ini dipergunakan untuk Puskesmas Bebesen (sementara) dan dua ruko untuk penjualan suvenir Gayo yang lebih awal menempati bangunan tersebut sejak diresmikan.

Tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah kembali melaksanakan pembangunan Lanjutan Pembanguan Ruko Dua Lantai Pada Komplek Pasar Paya Ilang (otsus) dengan nilai kontrak Rp 2.9 milyar.

Sebelumnya, Komplek Paya Ilang dijelaskan Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin, saat peresmian Pasar Pagi Paya Ilang, Kamis (17 Juli 2014) lalu, menyatakan ruko yang dibangun Pemkab Aceh Tengah akan diperuntukan untuk fasilitas publik tidak disewakan kepada perseorangan, guna menghindari penyalahgunaan.

Catatan tanohgayo.com, Bupati Nasaruddin pernah menyatakan, yang disewa hanya lapak dan kios untuk berjualan, sementara yang bentuknya ruko dua lantai akan disewakan untuk perbankkan, dan pihak-pihak terkait untuk pelayanan publik, karena Paya Ilang akan dijadikan sebagai pusat bisnis.

Setelah tiga tahun berlalu, penyataan Bupati saat itu benar adanya karena beberapa ruko telah diperuntukan untuk perbankan. Namun ada dua ruko yang diduga kuat telah dikuasai perseorangan. Di ruko milik pemda dekat Dinas Perhubungan, sudah ada dua ruko yang diduga telah disewa salah seorang pengusaha yang dipergunakan untuk membuka cafe.

Sementara lima ruko didekat resi gudang (dalam proses pembangunan) dikabarkan juga akan dipergunakan untuk membuka cafe. “Ada kabar, lima ruko yang sedang dibangun dengan Rp 2,9 milyar dekat resi gudang, itu juga untuk cafe,” ungkap aman Win (bukan nama sebenarnya), Jumat (18 Agustus 2017) di salah satu cafe.

“Sangat memprihatinkan karena uang daerah (otsus) digunakan untuk membangun ruko tapi diduga peruntukkannya akan dikuasai perseorangan,” ketus aman Win yang tidak ingin disebutkan namanya.

Berdasarkan informasi di papan proyek (sudah diturunkan) di lokasi tersebut tertera Pelaksana PT Suqura Nurdiaz Abadi, Pengawas CV Idesainko Konsultan, tanggal selesai 8 September 2017. Tanohgayo.com belum berhasil mengklarifikasi kepemilikan ruko kepada pihak terkait. (AG)

 

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook