seni budaya

Beguru Tradisi Gayo Yang Masih Eksis

bangudin | Senin, 26 Agustus 2013 - 09:40:13 WIB | dibaca: 720 pembaca

Tampak prosesi beguru(meminta izin) bagi seorang calon pengantin sebelum di akad nikahkan. Acara adat di Gayo ini, masih eksis hingga kini.

Tanoh Gayo|Takengon-Salah satu tradisi etnik Gayo dalam prosesi pernikahan yakni beguru (memohon izin, doa restu) bagi calon mempelai masih eksis di tengah era globalisasi modern saat ini.

Prosesi adat ini, biasanya dilakukan pada malam hari, sebelum si calon pengantin (calon inen atau aman mayak) yang akan  melakukan akad nikah pada keesokan harinya.

Uniknya, tradisi peninggalan nenek moyang ini, selalu diwarnai isak tangis haru dan pesan nasehat  (pepongoten dan manat-Gayo) oleh orang tua si pengantin. Sementara si calon mempelai melakukan sembah sujud seraya meminta izin dan doa restu 'dipelukan' orangtuanya.

Selanjutnya, sang calon pengantin mengitari para tamu sinte (sanak saudara/kerabat dekat), juga untuk memohon doa restu. Acara ini biasanya ada seseorang yang memandu pengantin, berdiri dan bergerak tepan dibelakang si calon mempelai.

Lainnya, masih dalam rangkaian tradisi Gayo ini, sebelum si calon mengikuti prosesi beguru, terlebih dahulu ditepung tawari dan dibacakan do'a keselamatan. Adapun perlengkapan untuk acara 'ritual' ini adalah bertih (padi yang digongseng), beras, pisang, apem (sejenis kue terbuat dari tepung beras), serta sejumlah jenis rerumputan dalam bahasa lokal disebut  dedingin, celala, bebesi dan lainnya.

Jenis perlengkapan tersebut diatas, kemudian ditempatkan dalam sebuah nampan berikut selembar baju (satu stil) pakaian salin (kostum ) untuk calon pengantin. Lazimnya yang bertugas melengkapi sejumlah 'persyaratan' adat itu adalah para kaum ibu yang telah dituakan.

Kembali ke tradisi berguru, dalam prosesi ini selain dihadiri pihak keluarga si calon, tamu handai tolan, saudara dan kerabat juga dilibatkan para reje (kepala kampung) imam desa maupun tokoh masyarakat.

Tradisi mungerje (nikah) di Gayo ini mempunyai berbagai tahapan. Beguru hanya salah satu budaya diantaranya. Meski keberadaanya sudah ada sejak zaman endatu, namun kekayaan nusantara ini tetap eksis hingga kini.** Mario Linge










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)