(Cerpen) EMAK

By tgadmin 11 Mar 2014, 20:53:14 WIBcerpen

(Cerpen) EMAK

Oleh : Vera Hastuti, M. Pd
 
Pagi terasa pahit, serupa pahit kopi yang kini tengah mengepul dihadapan Emak. Udara kian terasa hangat, bersama  remah doa yang terlihat di dalam lamunannya.Di luar sana, jalanan mulai hinggar binggar . Cahaya matahari kian menggeliat memantul di tanah-tanah tandus yang telah lama tak tersiram hujan. Emak terlihat berkedip, setetes bulir embun menitik, Emak berpeluk  murung di pusaran waktu beserta getar pilu menembus dada.

Telah lebih seminggu, raut muka emak berubah sendu serupa warna kelabu. Polah emak yang biasanya secerah matahari di tengah cakrawala kini berubah menjadi gelap yang bergelayut memeluk  kelam.

Kasim-anak semata wayang emak-  kian resah akan perihal yang terjadi pada ibunya. Semenjak ditinggal pergi ayah berbilang dekade lamanya, emak tak pernah menyimpan rahasia apapun terhadapnya. Semua masalah diselesaikan secara bersama. Tapi tidak untuk kali ini. Tak hanya perihal sikap emak yang berubah, selara makan emak pun menurun secara perlahan.

Kini emak lebih sering terlihat shalat sendiri di rumah ketimbang shalat berjamaah di meunasah.  Bergegas ke meunasa sebelum  adzan berkumandang adalah kebiasaan emak sejak lama, bahkan bukan sekali dua kali emak terlihat telah berada di meunasah lebih awal dari pada wak Ali sang muazzin.

Perubahan emak terjadi setelah emak mengikuti pengajian dengan seorang  ustadz asal  Jawa yang bertandang ke desanya seminggu  lalu.Kata Iwan, sang muazin di meunasah, ustad itu bernama Sayuti.  Entah perihal apa yang dikaji dalam  pertemuan itu hingga dapat mengubah laku emak sedemikian rupa. Timbul firasat dalam benak Kasim, jangan-jangan Ustaz itu mengikuti aliran  sesat yang kini tengah gencar tampil dalam berita di televisi. Kasim kian risau  gulana, memikirkan langkah apa yang akan ditempuhnya untuk membongkar kejahatan ustad  pemilik  janggut terurai sepanjang dada itu.

“Harus diambil langkah cepat sebelum telambat ”batihnya

Lantas, mulailah Kasim mengatur siasat. Menyiapkan sebuah tape recorder guna merekam semua petuah Ustad Sayuti yang akan ia jadikan bukti guna menggiring ustad itu ke meja hijau. Dan, tepat tengah malam mulailah Kasim beraksi.

***

Kasim tersenyum simpul, senyumnya merekah menampakkan sederet giginya yang beberapa telah tanggal. Tape recorder yang semalam telah ia eramkan di menasah tempat Ustad Sayuti mengadakan pengajian kini telah ada digemgamannya. Di pegangnya erat kotak kecil itu serupa barang bukti yang siap menggiring terdakwah ke meja pesakitan.

“Salah satu amal yang tidak pernah terputus pahalanya sekalipun kita telah meninggalkan dunia ini adalah anak yang shalih. Doa anak yang shalih merupakan salah satu doa yang insya Allah pasti terkabul. Karenanya, orang tua harus mendidik anak dengan sebaik-baiknya. Memang, tak mudah membesarkan anak hingga menjadi pribadi ideal, meraih sukses dunia-akhirat. Butuh kesabaran, kerja keras, keikhlasan, dll. Suara Ustad Sayuti tersengar samar.

“Ustad, bagaimanakah mendidik anak shaleh di zaman  yang kini kian  menggila?tanya seorang peserta pengajian yang terdengar riuh diantara suara yang  berbisik-bisik.

“Tanamkan nilai-nilai tauhid, memberikan keteladanan, dan yang paling utama adalah selalu ingatkan anak-anak agar  jangan lalai melaksanakan shalat lima waktu. Karena, shalat itu mencegah keji dan mungkar.”

“lantas, jika telah diingatkanpun ia  tak jua menaati bagaimana ustad?”

“Didiklah dengan kebiasaan.”

Kasim mematikan tape recorder yang sedari tadi ia lekatkan di telinganya. Ia tertegun, beragam pertanyaan bergejolak di pikiranya. Berusaha mengingat-ingat perihal seminggu sebelum emak berubah. Kala itu, emak begitu berkobar menasehatinya dan memintanya untuk tidak abai melaksanakan shalat. Bahkan titik embun  di pelupuk mata turut mendukung  eufora semangat emak. Sesaat Kasim terdiam, termenung menayai pada dirinya adakah sesungguhnya perangainyalah penyebab sesungguhnya emak berubah  dan bukan Ustad Sayuti seperti dugaanya.
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook