seputar gayo

Danau Lut Tawar Belum Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi

tanohgayo.com | Senin, 09 September 2013 - 17:11:32 WIB | dibaca: 384 pembaca

BELI SAYURAN: Anggota DPR RI Raihan Iskandar, memilih sayuran di Komplek Pasar Pagi, Jalan Putri Ijo, Kota Takengon, Aceh Tengah, Minggu (8/9/2013). (TanohGayo/NS)

TanohGayo-Takengon. Anggota DPR RI, asal Provinsi Aceh, Raihan Iskandar, menganggap keberadaan Danau Lut Tawar, semestinya bisa membantu mendorong pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat di Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Apabila, pengelolaannya dilakukan dengan baik dan professional.
 
Namun saat ini, keindahan alam serta objek-objek pariwisata yang ada di seputaran Danau Lut Tawar, belum dipersiapkan secara maksimal termasuk keberadaan sarana yang masih sangat minim. “Keberadaan Danau Lut Tawar, merupakan salah satu objek untuk bisa mengerakkan roda pertumbuhan ekonomi. Selain perkebunan kopi yang memang sudah menjadi sektor penting di kabupaten ini,” kata Raihan Iskandar ketika dijumpai TanohGayo.Com, di lokasi pasar pagi, Takengon, Minggu (8/9/2013) kemarin.   

Menurutnya, banyak tempat-tempat di Kabupaten Aceh Tengah, yang bisa digairahkan untuk membangkitkan pertumbuhan ekonomi. Salah satunya, kawasan wisata Danau Lut Tawar. Namun kondisi saat ini, di seputaran Danau Lut Tawar, tidak terlihat pertumbuhan ekonomi dengan menyajikan lokasi-lokasi wisata yang menarik. “Biasanya, ditempat-tempat indah seperti ini, pasti pertumbuhan ekonominya akan membaik. Justru disini malah aneh, tida ada geliatnya,” sebut Raihan.

Dikatakan, Aceh sebagai daerah yang menerapkan Syariat Islam, harus bisa mengusung identitas dengan memperkuat kearifan lokal. Dia menganggap, Syariat Islam bukan penghambat bagi pertumbuhan wisata di daerah ini. ”Harusnya wisata itu jangan dikaitkan dulu dengan masalah maksiat. Pertumbuhan ekonominya dulu yang penting. Caranya dengan memperkuat kearifan lokal,” jelasnya.

Ditambahkan Raihan, kawasan wisata Danau Lut Tawar, sampai dengan saat ini, belum memiliki sarana dan tempat berkunjung yang dikelola secara profesional. “Ini menjadi salah satu penyebab lambatnya pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Aceh Tengah. Apabila pengelolaan dilakukan dengan baik, dimungkinkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi bagi daerah ini,” pungkas Raihan. (NS/raia)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)