Empat Tersangka Kasus Cetak Sawah di Karang Ampar Ditahan

By tanohgayo.com 28 Okt 2015, 16:35:41 WIBHukum & Kriminal

Empat Tersangka Kasus Cetak Sawah di Karang Ampar Ditahan

Takengon, tanohgayo.com-Empat orang tersangka kasus bantuan sosial dari Kementerian Pertanian tahun 2010 ditahan pihak Kejaksaan Negeri Takengen, Selasa (27/10). Keempat tersangka, Ruta (51 tahun), Hasan Basri (37 tahun), Hasbi (49 tahun) dan Bahgia (37), merupakan ketua kelompok tani penerima bantuan sosial tahun 2010 dari Kementerian Pertanian.


Mereka diduga melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 3 Milyar, berdasarkan perhitungan Badan Pengawas Keuangan (BPK) Provinsi Aceh. Dengan Pasal yang disangkakan, Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 ayat (1) huruf a, b ayat (2), ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.


Dijelaskan Kasi Intel Kejari Takengen Lili Suparli, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Aceh Tengah menerima bantuan sosial dari Kementerian Pertanian sebesar  Rp 7.131 milyar, diperuntukkan kegiatan cetak sawah di Kampung Karang Ampar, Kecamatan Ketol.


Kelompok Tani kemudian mengajukan proposal pada tanggal 21 Oktober 2011. Berdasarkan rekomendasi Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Aceh Tengah, Kelompok Tani Sari Coklat, Kelompok Tani Harapan, Kelompok Tani Pantan Tengah dan Kelompok Tani Pantan Jerik mendapat bantuan masing-masing Rp 937 juta dengan luas lahan 125 hektare di Kampung Karang Ampar, Kecamatan Ketol.


Kelompok penerima manfaat kemudian menandatangani Surat Perjanjian Kerjasama, waktu pelaksanaan kegiatan cetak sawah terhitung 21 Maret 2011 sampai dengan 31 Desember 2011. “Bahwa para tersangka tidak pernah membuat rencana mingguan atau bulanan serta tidak pernah membuat laporan kegiatan kelompok tani,” ungkap Kasi Intel didampingi Kadi Diktun Firmansyah Siregar, Kasi Pidsus Azwardi, dan Kasi Pidum Efrien Sahputra.


Hingga jangka waktu pelaksanahan kegiatan, tersangka tidak mampu menyelesaikan seluruh pekejaan cetak sawah baru. Bahkan hingga perpanjangan batas waktu sampai Juni 2012 seluruh dana telah ditarik tapi pekerjaan tidak selesai.


Tersangka Ruta, Ketua Kelompok Tani Sari Coklat yang juga mantan Anggota DPRK Aceh Tengah, pernah memberikan dana kepada saksi ESP sebesar Rp 21,150.000, sehingga merugikan negara sebesar Rp 743 juta. Untuk tersangka Hasan Basri, Hasbi, dan Bahgia juga memberikan dana sebesar Rp Rp 41,5 juta kepada saksi ESP, Tim Leader Pendampingan. Bahkan, Hasan Basri menggunakan uang bansos untuk uang muka pembelian mobil sebasar Rp 80 juta.


Akibat perbuatan tersangka dan para saksi lainnya, EL (ketua tim tekhnis), N (Kuasa Pengguna Anggaran) dan IS (Pejabat pembuat Komitmen), menerbitkan surat rekomendasi pencairan dana bantuan sosial dari tahap I sampai tahap VII meski tidak melampirkan RUKK dan tidak dilengkapi dengan berita acara penyerahan hasil pekerjaan riil di lapangan.
Untuk kelompok tani Kelompok Tani Harapan, Kelompok Tani Pantan Tengah dan Kelompok Tani Pantan Jerik mengakibatkan kerugian negara Rp 2.4 milyar. “Kasus ini memang sudah lama dan telah mendapat supervisi dari KPK. Karena ada beberapa hambatan dalam penyelidikan seperti jarak yang jauh dan melibatkan tim dari Institut Pertanian Bogor,” kata Kasi Intel Kejari Takengen Lili Suparli.


Diungkapkan Suparli, bahwa dalam kasus percetakan sawah baru, Kejari Takengen akan kembali menetapkan empat tersangka lainnya, namun karena masih ada kekurangan berkas belum dapat dilimpahkan. Untuk empat tersangka, Ruta, Hasan Basri, Hasbi dan Bahgia sudah ditahan dan akan dilimpahkan berkasnya ke Pengadilan Tipikor pada Kamis (29/10). “Besok akan kita antar tersangka sekaligus pelimpahan berkas. Para tersangka nantinya akan dititip di Rutan Kaju Aceh Besar,” pungkas Suparli. (AG/raia)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook