Galian C Seputaran Danau “Membabi Buta” LSM Gerah

By tanohgayo.com 04 Nov 2013, 12:47:30 WIBdanau

Galian C Seputaran Danau “Membabi Buta” LSM Gerah

Tanoh Gayo-Takengon. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) The Green Hill Centre, sangat merisaukan prilaku oknum-oknum dengan sengaja telah merusak Sempadan (keliling danau-red).

Sejauh ini dari pantauan The Green Hill, pengambilan material dengan cara mengeruk pinggiran pegunungan sangat bertentangan dan melawan hukum, sesuai dnegan UUD no. 23 Tahun 1997, pasal 21 ayat 2 tentang pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air, pelestarian hutan di Sempadan danau, rawa–rawa sebagai kawasan konservasi burung dan biota lainnya.

Namun kegiatan pengerukan tetap dilakukan secara illegal oleh masyarakat dengan tidak memperdulikan kelestarian lingkungan hidup, tegas Subahan Ketua LSM tersebut. Dari itu, Subahan bersama anggotanya menghawatirkan bila pihak-pihak yang berkompeten tetap saja membiarkan hal itu terjadi, maka tingkat kerusakan akan hutan dan kelestarian Danau Lut Tawar akan terancam.

“Hal ini tidak bisa kita biarkan, para pihak harus segera menghentikan galian C di seputaran danau”, tegas Subahan Ketua LSM The Green Hill Centre Kab. Aceh Tengah, di Posko Gempa, Senin (4/11/2013).

Apabila kegiatan galian C tetap berlangsung dapat mengakibatkan semakin lebarnya area kerukan, dapat merubah kontur tanah dan menghilangkan fungsi resapan air, sehingga besar kemungkinan tanah longsor, seperti yang terjadi di Desa Toweren dan beberapa titik desa lainya.

Dari amatan LSM peduli lingkungan itu, aktifitas galian C tetap saja berjalan di beberapa lokasi dikawasan Danau Lut Tawar dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. ”Kami sering kali menegur kelakuan oknum tadi, namun tidak pernah dihiraukan mereka,” jelas Subahan.

Subahan meminta kepada aparat terkait, agar sesegera mungkin turun ke lapangan untuk menghentikan kegiatan yang tengah berlangsung. ”Kegiatan itu illegal dan perlu pencegahan,” desak Subahan.   

LSM ini juga akan terus berupaya, dengan cara akan mengirimkan surat ke Badan Lingkungan Hidup Provinsi Aceh serta ke Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia di Jakarta, tutup Subahan. (jur/raia)

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook