Ketika Kopi Ulee Kareeng dan Gayo Bersatu

By tgadmin 12 Jun 2014, 10:36:24 WIBkuliner

Ketika Kopi Ulee Kareeng dan Gayo Bersatu

Tanohgayo.com. Bagi penikmat dan pecandu kopi, khususnya bagi urang Gayo, mencari warung kopi di kota Medan yang dapat memuaskan selera sekaligus ramah di kantong gampang-gampang susah.

Tidak banyak kedai atau warung kopi di ibukota provinsi Sumatera Utara yang menawarkan kopi berkualitas namun tidak sampai menguras budget. Sebaliknya, justru di sini banyak ditemui warung kopi yang menggunakan biji kopi "kelas dua", itupun telah dicampur dengan pinang, jagung dan beras.

Meski demikian terdapat sebuah warkop "Keude Kopi" di jalan Setia Budi Medan. Dari namanya pembaca TanohGayo pasti mahfum kalau warkop dimaksud pasti milik orang Aceh dan menyediakan kopi lokal khas Aceh Besar yang populer dengan sebutan kopi Ulee Kareeng.

Nah, dugaan ini tidak meleset saat TanohGayo berkesempatan mampir dan mencicipi kopi yang mereka tawarkan pada Kamis, 12 Juni 2014. Warkop yang dilengkapi fasilitas wi-fi tersebut memang menyediakan kopi Ulee Kareeng yang memang sudah terkenal di seantero Aceh. Uniknya, selain kopi Ulee Kareeng juga tersedia kopi Gayo jenis Arabika.

Saat kami memasuki warung dan mengambil tempat di salah satu pojok, seorang petugas langsung mendatangi kami sembari menyodorkan daftar menu makanan ringan dan minuman.

Sayangnya, kopi yang disajikan masih diolah dengan cara konvensional alias kopi tubruk, belum tersentuh mekanisasi dalam penyajian sehingga Anda tidak bisa berharap menikmati kopi espresso, black, cappuccino ataupun Americano.

Meski demikian kerinduan akan Tanoh Gayo dan Aceh sedikit terobati, apalagi ada "timpan" di daftar menu.

Salah seorang kru Humas Pemkab Aceh Tengah, Mirtha mengaku puas dan ingin kembali di lain waktu.

"Suasananya seperti di Aceh. Nanti lah, kami ke sini lagi", ujarnya sesaat sebelum beranjak. (mark)

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook