seputar gayo

Pemilik Kuda Berunjuk Rasa Ke Dewan

tanohgayo.com | Rabu, 11 September 2013 - 16:36:26 WIB | dibaca: 421 pembaca

DEMO PEMILIK KUDA - Puluhan pemilik kuda menggiring beberapa ekor kuda pacu ke halaman gedung DPRK Aceh Tengah, Rabu (11/9/2013). Aksi unjuk rasa itu dilakukan para pemilik kuda di Kota Takengon, untuk mempertanyakan kejelasan jadual pelaksanaan pacuan kuda tradisiona. (TanohGayo/NS)

TanohGayo-Takengon. Puluhan pemilik kuda melakukan aksi unjuk rasa ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, Rabu (11/9/2013). Mereka mempertanyakan kejelasan tentang jadual pelaksanaan pacuan kuda tradisional di Kota Takengon yang sampai saat ini, belum juga digelar.

Para pengunjuk rasa mendatangi gedung dewan, menggiring sekitar delapan ekor kuda pacu. Kuda-kuda tersebut, dibiarkan berkeliaran di halaman gedung wakil rakyat itu. Sedangkan pemiliknya sibuk melakukan orasi menuntut kejelasan jadual pelaksanaan pacuan kuda. Alhasil, halaman depan gedung DPRK Aceh Tengah, bertebaran tumpukan kotoran kuda.

“Kepastian pelaksanaan pacuan kuda yang kami tanyakan. Kenapa tahun ini, belum dilaksanakan pacuan kuda. Sementara di daerah lain tetap melaksanakan. Dan aspirasi kami hari ini, mewakili seluruh pemilik kuda yang ada di Aceh Tengah,” kata perwakilan pengunjuk rasa, Kamaruddin, dalam orasinya di depan gedung dewan.

Menurut pengunjuk rasa, pelaksanaan pacuan kuda di daerah ini, digelar dalam rangka memperingati HUT-RI di bulan Agustus. Namun untuk tahun ini, event pacuan kuda tradisional tak kunjung dilaksanakan meski telah memasuki bulan September. “Para pemilik kuda sudah lama mempersiapkan kuda pacunya untuk ikut serta dalam event pacuan kuda ini. Tapi sekarang malah tidak jelas,” teriak Kamaruddin.

Dalam aksi demo yang berlangsung sederhana itu, massa juga mempertanyakan tentang minimnya dukungan dana dari pemerintah setempat. “Kabupaten lain, untuk uang makan saja sampai Rp 800 ribu/kuda setiap event. Masak daerah kita ini, yang katanya lebih besar dari dua kabupaten peserta pacuan kuda, malah tak memberikan uang makan,” ujarnya.   

Menanggapi tuntutan massa, Kadisbudparpora Aceh Tengah, Nasiruddin SK, didampingi Wakil Ketua DPRK, M Nazar, menjelaskan, ditundanya pelaksanaan pacuan kuda di Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, lantaran daerah ini, baru saja diterpa musibah gempa. Sedangkan penundaan tersebut, menunggu sampai dengan proses rehab-rekon di Aceh Tengah, sudah selesai dilaksanakan.

“Penundaan ini, sebelumnya sudah kami bicarakan dulu dengan perwakilan seluruh tokoh masyarakat serta pihak terkait. Makanya diputuskan dilakukan pergeseran jadual. Tepati hasil musyawarah baru-baru ini, dimungkinkan even pacuan kuda akan dilaksanakan tgl 28 Oktober 2013 mendatang, bertepatan dengan hari sumpah pemuda,” pungkas Nasiruddin. (NS)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)