Diusul 54 Orang, 37 Warga Binaan Rutan Takengon Dapat Asimilasi

201

Takengon, tanohgayo.com- Sebanyak 37 orang warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, mendapat asimilasi di rumah, Jumat (3/5/2020).

Pemberian asimilasi di rumah bagi puluhan warga binaan tersebut, berkaitan dengan upaya pencegahan penyebaran virus corona. Serta dilakukan serentak di seluruh Indonesia, guna mengurangi jumlah tahanan di dalam rutan.

“Kita mengusulkan 54 orang tapi yang memenuhi syarat baru 37 orang. Dasarnya, Keputusan Menteri Hukum dan HAM, No. M. HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 dan Permenkumham No 10 Tahun 2020,” kata Zulkifli, Kepala Rutan Kelas II B, Takengon.

Dijelaskan Zulkifli, pemahaman asimilasi di rumah, bukan berarti puluhan warga binaan tersebut bebas murni, melainkan dengan beberapa catatan. Mereka juga masih dalam pemantauan dari Rutan, Kejaksaan serta Bapas.

  • Para warga binaan yang mendapat asimilasi tidak diperbolehkan untuk ke luar kota. Bahkan, pada waktu tertentu warga binaan dapat dipanggil kembali untuk melengkapi berbagai administrasi,” jelasnya.

Warga binaan yang dibebaskan itu, lanjutnya, tidak terkait dengan sanksi PP 99 Tahun 2012, atau berkaitan dengan Tipikor, Tapol, hukuman seumur hidup dan perkara narkotika yang masa tahananya di atas lima tahun.

Menurut Zulkifli, meski sudah ada program asimilasi, Rutan Kelas II B Takengon masih over kapasitas. Daya tampung untuk 120 orang tapi saat ini diisi sebanyak 374 orang.

“Meski sudah berkurang 37 orang, tetapi jumlah warga binaan tetap masih melebihi kapasitas,” pungkasnya.

Pemberian asimilasi kepada puluhan warga binaan Rutan Kelas II B Takengon, turut disaksikan oleh Kajari Aceh Tengah, Nislianuddin.

“Sesampai di rumah, hindari kontak fisik dengan orang yang datang dari luar daerah. Silahkan beraktifitas di kebun,” kata Kajari Takengon, sembari mengingatkan agar warga binaan tidak mengulangi kesalahan yang menyebabkan mereka kembali ke Rutan. (Wyra)