Dua Bulan Tidak Bekerja, Pekerja Seni Datangi DPRK

135

Takengon, tanohgayo.com- Puluhan pekerja seni yang tergabung dalam Ikatan Kesenian Bersama Takengon (IKEBETA) menemui anggota DPRK Aceh Tengah guna menyampaikan keluh kesah sejak terdampak akibat mewabahnya Coronavirus Disease 2019 (covid-19).

Mereka mengeluhkan sudah tidak dapat bekerja dan mendapat penghasilan sejak wabah virus corona menyebar. Selama dua bulan terakhir, pekerja yang berprofesi sebagai penyedia jasa musik hiburan (keyboard) di acara pernikahan, penyedia jasa wedding fotography, tata rias pengantin serta penyedia jasa tratak sudah mengalami kesulitan ekonomi.

IKEBETA mengaku memiliki anggota pekerja keyboard sebanyak 54 orang, usaha pelaminan 40, tata rias 30, sound system 40 dan potografer 40 pekerja yang terdata.

Kepada anggota dewan, mereka meminta dicarikan solusi untuk mendapat bantuan. Terlebih ada anggota yang harus menunaikan angsuran kredit kendaraan serta pinjaman modal usaha.

Dalam audiensi tersebut, Selasa (21/4/2020), beberapa anggota dewan meminta pimpinan DPRK Aceh Tengah untuk segera mencarikan solusi terkait masalah para pekerja seni tersebut. “Saya merasakan betul yang saudara rasakan. Jelang ramadhan saja dulu kami sudah khawatir tidak bisa bekerja, apalagi sekarang sudah 2 bulan tidak main dan sudah menjelang puasa,” kata Abadi Ayus.

Ketua DPRK Aceh Tengah, Arwin Mega menanggapi akan menyampaikan kepada pihak eksekutif terkait aspirasi IKEBETA. DPRK hanya sebagai perpanjangan lidah masyarakat sementara keputusan dan kebijakan ada pada eksekutif.

Arwin Mega menyatakan akan memangil pihak eksekutif dan bertemu dengan Ikebeta dalam waktu secepatnya.

Sementara Ketua Fraksi Golkar Muchsin Hasan menyampaikan wabah covid-19 bukan hanya dampak kesehatan namun juga pada sektor perekonomian. IKEBETA merupakan warga yang bergerak di bidang UMKM sehingga dapat dibantu dengan kebijakan yang sudah dikeluarkan pemerintah.

Kepada Ketua DPRK, Muchsin menawarkan solusi untuk memfasilitasi IKEBETA dengan pihak perbankan dan leasing. “Pelaku usaha Keyboard eleman masyarakat yang terdampak. Jika ada yang berhubungan dengan kredit, kita memangil perbankan untuk meminta keringanan,” katanya.

Pihak leasing harus dapat memberikan relaksasi pembayaran anggsuran sebagaimana kebijakan pemerintah pusat. “Jika ada yang menghalang halangi, disinilah kehadiran pemerintah,” tambahnya.

Solusi lain, DPRK segera meneruskan kepada pimpinan daerah agar memanggil OPD terkait, Dinas Sosial, Kabag Perekonomian, serta Dinas Pariwisata, dan Kebudayaan. Pemerintah dapat mengambil kebijakan sesuai ketentuan dararut covid-19, untuk membantu pekerja seni. (AG)