Home Aparatur Enam Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19 Masih Dirawat di RSU Datu Beru ...

Enam Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19 Masih Dirawat di RSU Datu Beru  

78
dr Yunasri, Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Aceh Tengah

Takengon,tanohgayo.com-Saat ini, Rabu (5 Agustus 2020) sore, enam orang terkonfirmasi positif di Kabupaten Aceh Tengah dirawat di RSUD Datu Beru Takengon, kondisinya berangsur stabil setelah menjalani perawatan.

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Tengah, dr. Yunasri, M Kes. “Alhamdulillah, setelah menjalani perawatan di RSUD Datu Beru, 6 pasien positif covid, kondisinya berangsur stabil dan semakin membaik, mudah-mudahan saja mereka segera sembuh,” ungkap Yunasri, Rabu (5 Agustus 2020) sore.

Yunasri menjelaskan, kasus terkonfirmasi positif covid warga Aceh Tengah saat ini berjumlah 8 orang, tapi yang dirawat di Takengon hanya 6 orang, 2 orang lagi sedang menjalani perawatan di RSUD Zainal Abidin, Banda Aceh.

“Untuk pasien yang dirawat di Banda Aceh, kami belum mendapatkan informasi tentang kondisinya saat ini, tapi mudah-mudahan sama dengan yang dirawat disini, kondisinya semakin membaik, itu harapan kami,” lanjut Yunasri.

Jelas Yunasri, saat ini sedang menunggu hasil SWAB dari 67 specimen untuk Aceh Tengah. Sebahagian merupakan warga yang menjalani karantina di tempat isolasi pemda di rumah sakit regional di kawasan Pegasing, sekitar 8 kilometer dari kota Takengon.

Ke 17 orang yang menjalani isolasi sudah diambil sampel SWAB nya untuk diperiksa di laboratorium Balitbangkes Aceh, sementara menunggu hasil laboratorium, mereka tetap dikarantina di tempat isolasi tersebut.

“Untuk kontak erat, saat ini ada 17 orang yang kita karantina di tempat isolasi pemda, semuanya sudah diambil sampel swabnya, dan sementara menunggu hasil laboratorium, mereka tetap kita karantina untuk memudahkan pemantauan” sambungnya.

Terkait dengan merebaknya kasus positif covid di daerah ini, Yunasri meminta agar masyarakat tetap tenang, tidak panik, tidak terpengaruh isu yang tidak jelas dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Masyarakat tidak perlu panik, tapi harus tetap waspada, jangan mudah terprovokasi oleh informasi hoax dan tetap patuhi protokol kesehatan, dan kepada masyarakat yang merasa pernah terlibat kontak fisik dengan ter-konfirmasi positif covid, kami harapkan dengan suka rela melaporkan diri kepada kami untuk mendapatkan penanganan selanjutnya, ini salah satu peran masyarakat dalam memutus mata rantai penyebaran covid di daerah kita,” pungkas Yunasri. (WR)