Home Religi Hey Ladies! Ini Ciri Suami yang tak Baik

Hey Ladies! Ini Ciri Suami yang tak Baik

102
Irwansyah, M.Pd

Takengon, tanohgayo.com-Dalam budaya Gayo dikenal 5 (lima) sifat yang tidak layak ada pada seorang lelaki dalam membina rumah tangga. Hal tersebut disampaikan Irwansyah Dosen STAIN Gajah Putih, Rabu (19 Feb 2020).

“Dalam buku Awan Abdurrahim Ad-Daudi Awan Tgk Mude Kala Kebayaken, bahwa sifat anak laki-laki ada 5 (lima) yang tidak pantas dijadikan sebagai suami,” kata Irwansyah.

Sifat yang tidak boleh ada pada lelaki yang berumah tangga ataupun bermasyarakat. Si Mirah Mata, yaitu sikap pemarah tanpa melihat persoalan dengan pikiran jernih. “Jema rawan musentung pora enye mudere (umping, murah giging, bingit). Dia mampu memberi nasehat kepada orang lain, namun apabila dia dinasehati tidak menerima,” kata Irwansyah.

.Sifat kedua, Si Cikang Ponang ,“galip pulelingang, beluh berkekede, beluh soboh ulake nge iyo (Tidak memiliki rasa tanggungjawab kepada istri dan anak-anaknya, malah selingkuh lagi,” jelas Irwansyah.

Sifat Ketiga, Silengkung Paruk. “Empuni umah ikekusuk itipu deye, niro nafkah ari sibenen,” yaitu sifat lelaki yang malas bekerja, tidak memiliki rasa tangungjawab untuk menafkahi keluarga. Sifat ini ditamsilkan seperti cerita belalang di Tanah Deli. Lelaki yang memiliki sifat ini memiliki ciri, suka berdandan, bangun siang dan dibelanjai oleh istri.

Si Lintah Mungerumuk, sifat keempat ini, seorang lelaki yang tidak mau berusaha dengan baik sehingga kehidupannya bersama keluarga sering terjadi keributan gegara biaya hidup yang tak terpenuhi. Asal Galip Suntuk Kurang kekire, I umah gegolahen sibenen beluh ku ume urum rebe.

Sifat  buruk yang lima disebut Si Pempang Tali, yaitu seorang suami yang tidak mengizinkan istrinya bergabung dengan orang banyak (individualistis). Tidak berkomunikasi yang  komunikatif dengan lingkungan sekitar, akhirnya keluarganya dijauhi oleh tetangga, masyarakat, karena sifat individualistis yang berlebih-lebihan meski untuk kebaikan.

Gere osahe istri akal terbuke, sediken istri beluh mungaji enye tangkuh peri gerantang gerle, (tidak mengijinkan istri memiliki pemikiran yang lebih baik, meski untuk pergi mengaji sitri dibentak,” jelas Irwansyah soal sifat buruk suami. (wyra)