Ingin Zona Hijau, Aceh Ingatkan Konsisten Awasi Perbatasan

214
Bus Antar Kota Antar Provinsi AKAP, salah satu moda tranportasi favorit di Aceh diharapkan ikut berperan dalam penerapan prokes cegah pandemi./Foto. Agus RB

Aceh Besar, Tanohgayo.com– Aceh dinilai cukup konsisten mengawasi wilayah-wilayah perbatasannya, termasuk pelabuhan laut, bandar udara dan lintasan jalan-jalan protokol utama antar provinsi guna menekan penyebaran pandemi Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Aceh Saifullah Abdulgani (SAG) dihubungi lewat ponsel di Banda Aceh mengatakan, wilayah-wilayah perbatasan jadi perhatian khusus guna menekan kasus Corona.

“Sejak awal itu sudah diawasi ketat, antara lain test PCR (Polymerase chain reaction), PCR negatif covid atau minimal rapid test yang menyatakan yang bersangkutan dia tidak reaktif. Salah satu dokumen yang harus ditunjukan kepada petugas di lapangan,”jelas SAG.

Beberapa warga mengaku petugas terutama perbatasan provinsi Aceh dan Sumut cukup ketat, demikian halnya di Bandar Udara dan pelabuhan laut.

Warga Banda Aceh Firman (47) mengaku selain dokumen dan maskeran , diperjalanan sering juga diperiksa suhu tubuh.

Warga Sabang Taufik (49) mengatakan, disiplin dari diri sendiri dan keluarga yang juga penting, lengkapi dokumen kesehatan dan patuhi protokol untuk perjalanan.

Sedikitnya, untuk perbatasan darat Aceh dan Sumatera Utara ada empat titik penjagaan pengawasan, antara lain Aceh Tenggara, Aceh Singkil , Subulussalam dan pos pengawasan di Kabupaten Aceh Tamiang.

Penurunan Kasus

Baru-baru ini, Aceh mendapatkan apresiasi dari Satgas Nasional, karena dinilai berhasil mengendalikan penyebaran virus corona.
Satgas COVID-19 nasional membanding jumlah kasus baru konfirmasi positif setiap harinya di Aceh periode 9-15 November dengan 19 – 22 November, menunjukkan penurunan kasus sekitar 6,7 persen.

Laporan-laporan otoritas lokal menyebutkan, kesadaran masyarakat yang kian meningkat dalam mencegah penularan virus Corona.

Jumlah kasus suspek di seluruh Aceh sementara telah mencapai 4.283 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.064 orang sudah selesai masa pemantauan (selesai isolasi), 19 orang isolasi di rumah, selebihnya 200 orang dalam proses isolasi di rumah sakit.
Kasus-kasus probable di Aceh secara akumulasi, saat ini sebanyak 589 orang, 34 orang dalam penanganan tim medis (isolasi RS), 506 sudah selesai isolasi, dan 49 orang meninggal dunia.

Daerah lain yang mendapatkan apresiasi seperti Aceh yakni Papua, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Bali, dan Sumatera Barat. (Agus Rahmad B.)

#PakaiMasker #JagaJarak #CuciTanganPakaiSabun adalah perilaku kunci minimalkan risiko tertular COVID-19. Disiplinkan diri, ingatkan orang lain. covid19.go.id