Home Aparatur Jejak Kaki Harimau Resahkan Warga Kuyun, Seekor Sapi Ditemukan Tewas

Jejak Kaki Harimau Resahkan Warga Kuyun, Seekor Sapi Ditemukan Tewas

26
Foto: Ilustrasi

Takengon,tanohgayo.com– Seekor sapi milik salah seorang warga Kampung Kuyun Uken, Kecamatan Celala Kabupaten Aceh Tengah ditemukan tewas dengan luka cabikan, yang diperkirakan dimangsa oleh harimau, Rabu (5 Agustus 2020). Hal tersebut kini membuat warga resah.

 

Ramli, salah seorang warga, konon pernah melihat kemunculan tiga ekor harimau, terdiri dari seekor induk dan dua anaknya, di kampung tersebut.

 

Hal dibenarkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh,  Resort Konservasi Wilayah 6 Aceh Tengah. Bahwa dari luka bekas cabikan pada tubuh sapi, mengindikasikan bahwa serangan itu dilakukan oleh seekor induk harimau dan anaknya.

 

“Dari diagnosa sementara setelah melihat bekas cabikan pada tubuh sapi tersebut, kemungkinan besar, serangan terhadap sapi ini dilakukan oleh induk harimau bersama anaknya, sepertinya sang induk sedang mengajari anaknya untuk berburu mangsa, tanpa menyebut jumlah anaknya,” ungkap Irman, dari BKSDA Resort Konservasi Wilayah 6 Aceh Tengah, Kamis (6/8/2020).

 

Bangkai sapi masih dibiarkan oleh masyarakat ditempatnya, yaitu di pinggir sebuah sungai kecil. Hal itu dilakukan untuk memancing kembalinya harimau ke tempat itu dan memudahkan pihak BKSDA untuk melakukan tindakan yang diperlukan.

  

Dijelaskan Irman, kemunculan harimau sumatera di Kampung Kuyun Uken sedikit mengherankan karena berdasarkan peta konservasi BKSDA Aceh, harimau sumatera ada di daerah Kecamatan Linge yang jaraknya cukup jauh dari tempat tersebut.

 

“Cukup mengherankan kemunculan harimau di kampung ini, karena habitat dan wilayah konservasi harimau sumatera di wilayah ini berada di di Kecamatan Linge, cukup jauh dari tempat ini,” sambungnya.

Namun setelah dilakukan pengukuran titik koordinat oleh petugas BKSDA, lokasi tewasnya sapi akibat serangan harimau itu masuk kawasan hutan lindung, meskipun masih dalam wilayah Kampung Kuyun Uken. Karenanya pihak BKSDA menganggap bahwa lokasi tersebut masih merupakan habitat bagi hewan liar seperti harimau sumatera.

 

“Salah satu tindakan antisipasi yang telah kami lakukan bersama aparat kampung setempat, adalah memindahkan ternak dari lokasi yang berdekatan dengan kawasan hutang lindung, karena kalau masih ada ternak yang berkeliaran akan memancing harimau untuk kembali untuk memangsa hewan ternak yang tidak dijaga oleh pemiliknya,” jelas Imran.

Namun BKSDA belum merasa perlu melakukan evakuasi harimau, karena masih berada di kawasan hutan lindung, tidak masuk ke pemukiman warga. Namun jika ada warga yang melihat kemunculan hewan buas diharap segera melaporkan kepada pihak BKSDA, jangan melakukan tindakan sendiri,” pungkas Imran. (AG)