Kasus Pemukulan, Anggota DPRA – Forkab Damai Secara Adat

Takengon, tanohgayo.com-Kasus pemukulan terhadap seorang anggota DPRA, Bardan Sahidi, oleh sekelompok orang ketika sedang berada di salah satu café di Takengen, Sabtu (27/2/2016), berakhir dengan perdamaian secara adat. Kasus pemukulan tersebut, disampaikan pengurus Forum Komunikasi Anak Bangsa (Forkab), perbuatan salah sasaran karena adanya persoalan oknum Forkab dengan seorang kepala dinas di Provinsi Aceh.

Perdamaian kedua belah pihak ditandai dengan proses tepung tawar Bardan Sahidi dan anggota Forkab Aceh Tengah yang dilangsungkan di Komplek Yayasan Noordeen, Kampung Dedalu, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (16/3/2016) diwarnai dengan suasana haru.

Sebelumnya, anggota dewan dari PKS itu sempat dirawat di RSU Datu Beru, Takengen, lantaran mengalami luka di bagian kepala setelah dihantam dengan kursi. Namun kasus itu, berujung damai setelah Bardan Sahidi memaafkan pelaku yang merupakan anggota Forkab Aceh Tengah.

Dua orang pelaku pemukulan, Muhammad Syafi”i dan Elfi, yang sudah ditanguhkan penahanannya, kini duduk bersama Bardan di atas tikar bermotif Kerawang ketika menjalani prosesi adat berupa tepung tawar. Hal itu dilakukan setelah adanya perjanjian damai antara kedua belah pihak untuk menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan.

Acara tepung tawar disaksikan Kapolres Aceh Tengah AKBP Dodi Rahmawan, Kapolsek Lut Tawar Iptu Irfan Lubis, Kasat Binmas AKP Suwarano, aparat Kampung Dedalu, serta sanak keluarga dari kedua belah pihak. (wyra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *