Home Aparatur Kolonel Pnb M. Satriyo Utomo “Tinggalkan” Danlanud SIM

Kolonel Pnb M. Satriyo Utomo “Tinggalkan” Danlanud SIM

49

Jakarta, tanohgayo.com– Jabatan Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda diserahterimakan (Sertijab) dari Kolonel Pnb M. Satriyo Utomo, S.H., kepada Kolonel Pnb Henri Ahmad Badawi, di Gedung Roesmin Nurjadin Makoopsau I, Selasa (19/1/2021). Sertijab dipimpin Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara I, Marsekal Muda TNI Ir. Tri Bowo Budi S., MM., M.Tr(Han).

Kol PnB Muhammad Satrio Utomo, kurang lebih 6 bulan bertugas di Aceh dan kini mendapat tugas baru di Markas Besar TNI AU.

Selain sertijab Danlanud SIM juga diserahterimakan jabatan (Sertijab) Danlanud Roesmin Nurjadin (RSN), Danlanud Sri Mulyono Herlambang (SMH).

Upacara yang dilaksanakan secara sederhana dan khidmat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan diawali dengan penghormatan, penandatanganan Pakta Integritas, penandatanganan berita acara, pemberian tongkat komando dan diakhiri laporan resmi serah terima jabatan.

Sebelumnya saat lepas sambut Danlanud SIM di Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis (7/1/2021) malam. Gubernur Aceh Nova Iriansyah meyakini apa yang telah dijalankan oleh Kol PnB Satrio selama bertugas di Aceh sangat berkontribusi positif bagi masyarakat Aceh.

“Di bawah komando Pak Satrio, sinergi dan kerjasama Lanud SIM dengan Pemerintah Aceh berjalan dengan sangat baik. Saya yakin, di bawah kepemimpinan Pak Ahmad Badawi sama baiknya, bahkan lebih baik lagi. Jadi, kami melepas Mas Satrio dengan iringan do’a dan menyambut Mas Henri dengan tangan terbuka,” ujar Gubernur.

Sebelumnya, dalam sambutan perpisahannya, Kol PnB Muhammad Satrio Utomo, menyatakan, “Terima kasih atas kerjasama, dukungan, arahan dan bimbingan Pak Gubernur dan seluruh unsur Forkopimda Aceh, terima kasih kepada seluruh masyarakat Aceh. Semua tentang Aceh akan terus saya kenang. Sesuai pesan Pak Gubernur, silaturrahmi antara kita harus terus terjalin. Hari ini, setelah 6 bulan saya bertugas di sini, saya mohon pamit karena harus menjalankan tugas di tempat baru. Mohon maaf jika ada laku kami yang kurang berkenan. Enam bulan adalah waktu yang singkat, dan saya merasa belum berbuat banyak untuk Aceh,” kata Kol PnB Satrio.(WR)