MAG Aceh Tengah Sematkan Bawar Dipinggang Reje Shabela-Firdaus, Ini Maknanya

Spread the love

MAG Aceh Tengah Sematkan Bawar Dipinggang Reje Shabela-Firdaus, Ini Maknanya?

Takengon – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah dan segenap rakyat Aceh Tengah menggelar prosesi adat Gayo Munikni Uluni Rintah atau biasa disebut Munikni Reje (mengangkat raja/kepala pemerintahan_red), Selasa (2/1/2018) di Pendopo setempat.

Munikni Reje dilakukan terhadap Reje Shabela-Firdaus yang sebelumnya telah resmi dilantik Gubernur Aceh Irwandi Yusuf sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah belum lama ini.

Secara Adat Gayo, Shabela-Firdaus kembali dikukuhkan menjadi reje melalui prosesi “Munikni Reje” sebelum menempati pendopo dan memulai kepemimpinan.

Kegiatan Munik Ni Reje ini diawali dengan penyematan bawar atau sejenis keris yang diserahkan oleh M Jusin Saleh dan M Thaib KB dari Majelis Adat Gayo (MAG) masing-masing kepada Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah.

Bawar yang disematkan di pinggang dua pimpinan tinggi daerah Aceh Tengah tersebut merupakan simbol pemersatu masyarakat yang mendiami bumi Gayo, Aceh Tengah yang multi etnis.

“Bawarni kin penyejuk, kin penawar, kin pengamanan, kin pemersatu bewene rakyat Aceh Tengah, beta manat ni Muyang Datu. (Bawar ini sebagai penyejuk, untuk penawar, untuk keamanan dan untuk pemersatu semua rakyat Aceh Tengah, begitu amanat leluhur),” demikian ucapan yang disampaikan M Thaib KB berbahasa Gayo.

Usai menerima Bawar kepemimpinan, Shabela meneriakkan kata-kata yang juga dalam bahasa Gayo “Ini bawar, kin pemersatu ni Urang Gayo, Kurr Semangat… Kurr Semangat,” teriak Shabela dihadapan ribuan masyarakat yang hadir menyaksikan prosesi itu.

Kegiatan turut dimeriahkan berbagai kesenian daerah, seperti saman Gayo (Gayo Lues), Tari Ranup Lampuan, tarian Minang (Padang), Tor-Tor (Batak) dan didong. (Mika)

Related posts