Mahasiswa USK Yanma Aditya Pratama Raih Juara I Lomba Esai BPPA

124
Yanma Aditya Pratama (kiri bawah), Khairul Fajri (kanan atas), dan Sipa Silpana Putri (kanan bawah) saat mendengar pengumuman pemenang lomba menulis esai BPPA secara virtual, Kamis, 28 April 2022./dok BPPA

Jakarta, tanohgayo.com – Yanma Aditya Pratama, mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) meraih juara satu lomba menulis esai bagi masyarakat umum, yang diselenggarakan Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA)

Dalam lomba menyambut bulan suci Ramadan yang diumumkan secara virtual Kamis (28/4), Yanma Aditya Pratama, dengan karya berjudul,  “Pelatihan asertif dan peubudeh Marwah Inong Aceh sebagai solusi mengatasi kekerasan seksual”.

Peringkat kedua Khairul Fajri, mahasiswa Aceh yang kuliah di Universitas Gajah Mada, dengan judul esainya, “Kegelisahan Si pejuang mahar”. Dan juara ketiga diraih Sipa Silpana Putri, siswi SMAN 62 Jakarta, dengan judul tulisannya, “Gerakan Kamoe-Uereng dalam penanganan tindak penyalahgunaan narkotika dalam lingkungan masyarakat”.

Kepala BPPA Almuniza Kamal, SSTP MSi, menyampaikan selamat kepada ketiga pemenang dari 23 peserta yang ikut dalam lomba yang memperebutkan total hadiah sebesar Rp 4.500.000.

“Mudah-mudahan ide tulisan-tulisan ini akan menjadi literasi sumber daya manusia yang bermanfaat. Dan bagi peserta yang belum meraih juara, tetap semangat untuk terus belajar kedepan dengan mengembangkan ide-ide baru,” kata Almuniza yang didampingi Kasubbid Hubungan Antar Lembaga dan Masyarakat, Cut Putri Alyanur.

Almuniza menyebutkan, lomba esai ini merupakan bagian dari pelaksanaan webinar bulanan Badan Penghubung Pemerintah Aceh yang telah dilaksanakan secara keberlanjutan.

“Pelaksanaan kompetisi esai ini ditujukan untuk masyarakat dan mahasiswa Aceh serta
umum. Kompetisi esai yang dilakukan selama bulan ramadhan dilaksanakan secara daring,” katanya.

Kegiatan bertemakan “Narasi; Masyarakarat Aceh di Atas Kertas” ini, katanya, dalam penulisannya para peserta bisa mengangkat topik dengan isu yang berkembang di masyarakat Aceh saat ini.

“Kompetisi ini merupakan bentuk perhatian kami terhadap peningkatan literasi dan budaya menulis terhadap sumber daya manusia Aceh. Kompetisi pada bulan ramadhan tidak hanya memberikan arah pandang baru terhadap
perkembangan isu yang terjadi, tetapi juga dapat menjadi aktivitas yang mampu mengasah daya berfikir serta kreatifitas sumber daya manusia Aceh di era digitalisasi,” sebutnya.

Momentum ramadan

Almuniza menambahkan, momentum ramahan haruslah dimanfaatkan sebaik mungkin dan seproduktif mungkin, agar dapat bermanfaat bagi masyarakat dan Provinsi Aceh tercinta.

Adapun pelaksanaan kompetisi ini sudah berlangsung sejak dibuka pada 14 April hingga 28 April 2022. Dan tiga tulisan para pemenang sudah dipublikasikan di media sosial Instagram BPPA.(rl)