Melalui UPSUS SIWAB, Aceh Tengah Targetkan Populasi Sapi Meningkat

Melalui UPSUS SIWAB, Aceh Tengah Targetkan Populasi Sapi Meningkat

Tanohgayo.com, Takengon – Untuk mengatasi ketergantungan daging sapi impor dan memenuhi kebutuhan daging dalam negeri, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pertanian telah meluncurkan program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB).

Kepala Dinas Pertanian Aceh Tengah, Drs Rahmandi Msi, Rabu (8/11/17) ketika menghadiri kegiatan sinkronisasi birahi dan Insiminasi Buatan (IB) di Kecamatan Jagong Jeget mengatakan, melalui program UPSUS SIWAB tahun 2017 Aceh Tengah ditargetkan dapat meningkatkan populasi sebanyak 1.477 ekor sapi.

Rahmandi optimis tahun ini target tersebut dapat tercapai mengingat hampir setiap hari ada sapi yang lahir baik melalui IB maupun kawin suntik.

“Meskipun tahun 2017 tinggal hitungan hari, kita terus berupaya mencapai target tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menyebutkan dari hasil pemeriksaan kebuntingan, hingga saat ini terdapat 842 ekor sapi bunting, kemudian sapi yang lahir hasil IB telah mencapai 522 ekor dan penanganan gangguan reproduksi sebanyak 250 ekor.

Sementara secara keseluruhan di Kabupaten Aceh Tengah populasi sapi mencapai 9.479 ekor sedangkan kerbau berjumlah 12.954 ekor.

Menurutnya, Kecamatan Jagong Jeget merupakan populasi sapi tertinggi melalui hasil IB. “Kecamatan Jagong Jeget hasil IB mencapai 361 ekor terdiri dari 283 ekor betina dan 170 ekor jantan,” tambah Rahmandi.

Pada kesempatan itu Staf Ahli Kementrian Pertanian bidang lingkungan Ir Mukti Sarjono MSc mengatakan melalui kegiatan SIWAB dapat mengurangi ketergantungan daging sapi impor.

“Biasanya setiap tahun lebih kurang 500.000 ekor sapi kita impor dari Australia dan Selandia Baru. Dengan kegiatan ini kita berharap tidak lagi mengimpor daging setiap tahunnya,” kata Mukti.

Diwaktu yang sama Sekda Karimansyah yang turut hadir mewakili Bupati Nasaruddin mengharapkan petani ternak yang ada di daerah itu untuk terus memberi dukungan dalam upaya mengoptimalkan swasembada daging melalui program SIWAB.

“Pemerintah pusat, Povinsi dan Kabupaten berkomitmen memberi perhatian terhadap kegiatan swasembada daging ini, karena itu perlu dukungan dan sinergi semua pihak,” kata Karimansyah.

Lain itu menurut dia pemerintah perlu menambah tenaga ahli bidang peternakan khusunya bagi Kabupaten Aceh Tengah. “Minimal ada satu tenaga ahli untuk masing-masing kecamatan agar program ini dapat cepat tercapai,” demikian Karimansyah. (Mika/Ozi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *