Home Aparatur Mutasi atau Hanya Rotasi ?

Mutasi atau Hanya Rotasi ?

142
0

Mutasi atau Hanya Rotasi

Takengon,tanohgayo.com– Harapan besar terhadap adanya pergantian (mutasi) pejabat eselon II, diawal masa kepemimpinan Shabela-Firdaus, di jajaran Pemkab Aceh Tengah sepertinya tidak akan terlaksana. Pasalnya Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Aceh Tengah masih (hanya) melakukan uji kompetensi terhadap pejabat eselon II yang masih menjabat.

Konsekwensi dengan adanya uji kompetensi bukan lelang jabatan adalah membuka peluang terhadap pejabat eselon II yang sedang menjabat adalah akan tetap menjabat pada dinas atau badan sesuai uji kompetensi. “Kalau uji kompetensi, akan ada belasan pejabat eselon II yang dua tahun lagi pensiun akan tetap menjabat karena kalau dibuka lelang jabatan, mereka (yang akan pensiun) tidak dapat mengikuti,” demikian diungkap salah seorang pejabat eselon III pemkab Aceh Tengah kepada tanohgayo.com, yang tidak ingin disebutkan namanya,

Uji kompentensi yang dilakukan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Aceh Tengah juga menelan biaya yang tidak sedikit. Anggaran sebesar Rp 1.3 milyar habis hanya untuk uji kompetensi, akan lebih baik untuk lelang jabatan. “Lebih baik dibuka lelang jabatan, sehingga akan ada penyengaran pejabat eselon II dan promosi jabatan terhadap pejabat eselon III. Lagian pansel selain dari BKN dinilai tidak memiliki kompentensi atau sertifikat sebagai penguji kompentensi pejabat eselon II,” tambah sumber tanohgayo.com tersebut.

Diungkapkan Sekretaris BKD disalah satu media online, “salah satu penataan organisasi (PP 11 Tahun 2017) tentang pengisian jabatan yang lowong dapat dilakukan melalui kompetensi dan seleksi terbuka” kata Mirwansyah.

Uji kompetensi bukanlah hal yang wajib, dan banyak pemerintah daerah yang tidak melakukannya tapi melakukan seleksi terbuka (lelang jabatan). “Berarti kalau bupati memakai pola uji kompetensi, maka yang akan dilakukan lelang jabatan (seleksi terbuka) hanya tinggal untuk beberapa dinas/badan,” sesal Mulyadi, salah seorang warga, Kamis (30/8/2018).

“Yang jelas, sekarang banyak pegawai yang sungkan bekerja maksimal karena khawatir akan isu mutasi. Tentu berdampak pada kepemimpinan Shabela-Firdaus yang hampir setahun tidak banyak menunjukkan program kerja terukur, sesuai janji kampanye dulu,” pungkas Mulyadi.