Home Aparatur Pemerintah Aceh Lakukan Peningkatkan Kapasitas Guru dan Tenaga Kependidikan

Pemerintah Aceh Lakukan Peningkatkan Kapasitas Guru dan Tenaga Kependidikan

27

Takengon, tanohgayo.com– Dalam upaya mempercepat akses serta memacu peningkatan mutu dan pelayanan pendidikan, Pemerintah Aceh telah melakukan peningkatkan kapasitas ribuan guru dan tenaga kependidikan dalam berbagai kompetensi. Guru yang kompeten, diharapkan mampu melahirkan generasi yang memiliki kreativitas dan kecerdasan tinggi.

Hal itu disampaikan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam pidatonya yang dibacakan Bupati Aceh Tengah pada upacara Peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke-61 Tahun 2020 di halaman kantor Setdakab setempat, Rabu (02 September 2020).

Pemerintah Aceh juga menjalankan program revitalisasi SMA/SMK sebagai perwujudan lahirnya Pusat Keunggulan (Center of Excellent). Pada saat yang sama juga sedang mengembangkan terobosan dan inovasi program untuk tahun yang akan datang, seperti Pemetaan Minat-Bakat dan Bina Karir peserta didik sejak dini, sehingga setiap peserta didik mampu mengetahui kelemahan, kekuatan serta potensi yang dimiliki. Semua potensi tersebut bisa diarahkan untuk membangun human capital diri mereka masing-masing.

Menuju ke arah tersebut, diperlukan kerjasama yang baik dan terkoordinasi antar instansi di Aceh dan di luar Aceh, baik dengan pihak pemerintah maupun non-pemerintah atau swasta. Untuk itu lanjutnya, semua pemangku kepentingan bidang pendidikan harus mempersiapkan diri menjalankan kebijakan ini dengan baik.

Bupati yang membacakan amanat Plt. Gubernur Aceh menyampaikan Hari Pendidikan Daerah Aceh merupakan salah satu manifestasi dari adanya keistimewaan Aceh dalam bidang pendidikan.

Keberadaan Hardikda tidak terlepas dari upaya sungguh-sungguh tokoh pendidikan Aceh dalam memperkuat pembangunan Aceh berbasis SDM yang cerdas, berkualitas dan berintegritas tinggi.

Peringatan Hardikda yang mengangkat Tema Pendidikan Aceh Dalam Adaptasi Inovasi Pembelajaran di Masa Pandemi “Momentum Hardikda Aceh ke-61 ini harus menjadi pemicu semangat untuk menjalankan kebijakan tersebut. Karena itu perlu kerja sama dan kerja nyata semua pihak,” kata Shabela.

“Melalui Kerja Nyata untuk Pendidikan, diharapkan Aceh akan mampu tampil sebagai role model pendidikan di Indonesia. Kami sadar hal ini tidak mudah kita jalankan dalam suasana iklim New Normal ini, tetapi kita harus selalu optimis,” pungkasnya.

Untuk diketahui, peringatan Hardikda ke-61 Tingkat Provinsi Aceh dilaksanakan secara virtual, dikarenakan berada pada zona hitam Covid-19. Sementara itu, di Kabupaten Aceh Tengah pelaksanaan upacara dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat seperti pengaturan jarak baris dan penggunaan masker. (AG)

 

 

.