Home Aparatur Rektor IAIN Takengon Diminta Kaji Kebijakan Perkuliahan

Rektor IAIN Takengon Diminta Kaji Kebijakan Perkuliahan

41

Takengon, tanohgayo.com– IAIN Takengon menetapkan mahasiswa akan melanjutkan kuliah secara daring. Hal tersebut mendapat tanggapan dari Romadani, Ketua Dema tahun 2019 yang sudah dinyatakan demisioner.

“Sistem belajar ini diberlakukan sejak aturan belajar di rumah berlaku di Indonesia saat Covid-19 mewabah di Indonesia. Persoalan muncul dengan pembayaran biaya kuliah yang tidak berubah, menjadikan mahasiswa dilema melanjutkan kuliah,” kata Romadani, Minggu (14 Juni 2020).

Ia mengatakan, dalam kondisi krisis ekonomi, harga kopi yang belum normal, sangat tidak mungkin memaksakan mahasiswa untuk membayar uang kuliah secara normal, sedangkan mereka tidak menerima fasilitas yang seharusnya mereka dapatkan dari kampus.

“Kondisi ekonomi orang tua mahasiswa sedang tidak baik-baik saja, sembako mahal sedangkan hasil petani seperti kopi dan cabe masih belum normal. Sementara kuota internet itu dibeli dan belinya pakai uang, bukan pakai sembako,” ujar Roma.

Mantan Presma 2019 itu pun menilai bahwa situasi dan kondisi sudah berubah atau tidak normal, harusnya regulasi berubah berbentuk kasih sayang dari pihak kampus.

Menurutnya, Rektor IAIN Takengon belum punya solusi terhadap persoalan ini, justru menambah persoalan baru. Rektor IAIN Takengon saat ini sibuk membahas pengembangan kampus, penambahan lokasi area lahan kampus di Kecamatan Linge, Kp Serule dan sekitarnya.

“Untuk saat ini, kampus di Kampung Mulie Jadi saja sudah cukup dengan jarak tempuh dan fasilitas yang harus memadai, mengingat jumlah mahasiswa yang masih sedikit, jangan buat persoalan baru, masa pandemi belum berakhir,” terang Roma.

Dalam hal ini, Roma berharap agar Rektor IAIN Takengon mengambil sikap mengenai UKT mahasiswa, jangan hanya diam dengan berdalih mengikuti kebijakan nasional. “Jangan disamakan, karena ada kebijakan pusat dan ada juga kebijakan kampus yang bisa diambil oleh Rektor,” papar mantan Ketua Dema IAIN Takengon dalam rilisnya kepada media ini. (AG)