Home Aparatur Secercah Harapan dari Pelantikan Gubernur Aceh Nova Iriansyah

Secercah Harapan dari Pelantikan Gubernur Aceh Nova Iriansyah

36
Tarmizi Age foto bersama Ir. H. Nova Iriansyah, M.T. (Gubernur Aceh sekarang) dalam sebuah kegiatan. (FOTO/DOK/PRIBADI)

Banten, tanohgayo.com – Mendapat kabar ada pelantikan Gubernur Aceh di tanah rencong, Tarmizi Age salah seorang warga Aceh yang saat ini berada di pulau Jawa (Batavia), tepatnya di Provinsi  Banten, menyampaikan ucapan selamat kepada Nova Iriansyah dan seluruh masyarakat Aceh, yang sudah mendapat kepercayaan menjadi Gubernur Aceh, sisa masa jabatan 2017 – 2022, “semoga amanah dan bisa membuat rakyat Aceh hebat,” ucapnya, Jumat (6/11/2020).

Menjadi Gubernur Aceh adalah idaman banyak politikus. Pelantikan Ketua Partai Demokrat Aceh setempat sebagai kepala Pemerintah Aceh oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian, pada Kamis (5/11/2020), telah menjadi catatan sejarah tersendiri untuk Bumi Serambi Mekkah.

Nova Iriansyah adalah tokoh pertama dari partai nasional yang berhasil mendapat kepercayaan rakyat untuk memimpin Aceh, paska MoU Helsinki antara RI-GAM pada 2005, ujar aktivis Pro-Rakyat Tarmizi Age di Jakarta.

“Sebelum ini, paska perjanjian damai RI-GAM yang melahirkan UU PA, Aceh sudah beberapa kali di pimpin politikus dari partai lokal, ini adalah Gubernur Aceh pertama dari partai nasional, ia adalah  Nova Iriansyah,” sebutnya.

Sebagai bahagian dari orang Aceh, eks Denmark asal Bireuen ini, berharap Gubernur Aceh yang baru, bisa mewujudkan harapan banyak masyarakat Aceh, agar ada sebuah perubahan terutama dalam bidang ekonomi bagi mewujudkan kesejahteraan.

Tentu tidak lupa, dengan adanya perjanjian damai RI-GAM maka lahirnya undang-undang Pemerintah Aceh, lahirnya dana otsus, dan segala macam aturan yang membuat Aceh bisa bangkit dan hebat.

“Saya berharap Gubernur Nova Iriansyah bisa membaca peluang ini, seterusnya merealisasikan harapan MoU Helsinki, melaksanakan amanah UU PA, sekaligus mewujudkan secercah harapan rakyat Aceh dari keberadaan anggaran trilyunan rupiah hasil perjuangan orang Aceh,” tambah Tarmizi Age yang terpaksa hijrah dari tanah kelahirannya di bumi Iskandar Muda, pada tahun lalu, karena kesulitan ekonomi dan sempitnya lapangan kerja,

“Jika kita ingin mendapat dukung dari seluruh elemen rakyat Aceh, kita harus sejahterakan mereka, dan sebagai kepala pemerintah Aceh, saya kira Nova Iriansyah dituntut untuk menjadi gubernur seluruh rakyat Aceh, ini adalah peluang anda, saatnya anda membuktikan, semoga Nova bisa memanfaatkan tugas ini dengan sebaik mungkin,” pesan Tarmizi Age yang pernah merasakan hidup di sejumlah negara, termasuk Malaysia dan Eropa, menutup pernyataannya. (ril/AG)