Home Aparatur Sekjen Kemkominfo Dukung Kabupaten Aceh Tengah jadi Kota Pusaka

Sekjen Kemkominfo Dukung Kabupaten Aceh Tengah jadi Kota Pusaka

51
Niken, Sekjen Kemkominfo

Takengon, tanohgayo.com – Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar mengungkapkan Kabupaten Aceh Tengah layak (diusulkan) menjadi Kota Pusaka. Hal itu disampaikan disela membuka forum diskusi dengan tema “Bersinergi Melawan Hoaks Demi Damai di Bumi Pertiwi”, yang dilaksanakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Sabtu (24 Agustus 2019) di gedung UMMI Takengon.

Menurut Shabela, usulan itu didasari karena Kabupaten Aceh Tengah pernah menjadi pusat Pemerintahan Negara Republik Indonesia. Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dipimpin Syafruddin Prawiranegara yang pernah berada di Kabupaten Aceh Tengah. Serta peran Radio Rimba Raya, yang menjadi cikal bakal Radio Republik Indonesia (RRI) yang menyuarakan semangat perjuangan dan kedaulatan Indonesia.

“Usulan itu karena didukung dengan fakta yang jelas. Pada saat itu Presiden dan Wakil Presiden sudah ditahan di Yogyakarta, namun Belanda tidak mengetahui Presiden darurat bergerilya hingga ke Bukit Tinggi bahkan di Takengon,” kata Shabela Abubakar di depan Sekretaris Jenderal Kementrian Kominfo Republik Indonesia Rosarita Niken Widiastuti.

Shabela juga meminta semua pihak untuk tidak melupakan sejarah radio perjuangan yang akhirnya dipancaran di Hutan Rimba Raya untuk menyelamatkan Indonesia melalui siaran radio dengan 4 bahasa (Urdu, Arab, China dan Inggris).

Jelas Shabela, radio yang dikenal Radio Rimba Raya awalnya dipancarkan di Burni Bius (Kabupaten Aceh Tengah). Untuk menghindari pantauan Belanda, akhirnya dibawa ke lahan hutan Rimba Raya, Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah. Hutan Rimba Raya dulunya sangat lebat dan hampir tidak tertembus cahaya matahari.

Menanggapi pernyataan Bupati Aceh Tengah, Sekretaris Jendral Kementrian Komunikasi dan Informatika (Sekjen Kemkominfo) Republik Indonesia Rosarita Niken Widiastuti menyatakan dukungannya. Ia sangat mengapresiasi perjuangan masyarakat Aceh Tengah atas perjuangan menyuarakan kedaulatan Repubik Indonesia.

“Peran Aceh Tengah sangat luar biasa menyuarakan “di sini Indonesia masih ada” melalui siaran Radio Rimba Raya. Saya mendukung sapenuhnya Takengon sebagai “Kota Pusaka” dan akan kami tindak lanjuti,” jelas mantan Direktur LPP RRI Takengon itu.

Niken memaparkan, Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah menjadi tempat di mana para pejuang berani menyiarkan siaran nasionalisme perjuangan dan informasi yang disampaikan melalui Radio Rimba Raya itu diakui oleh dunia untuk meng-counter berita-berita provokasi Belanda.

“Perangkat Radio Rimba Raya dipesan oleh tentara Divisi Gajah I dan dibeli melalui raja penyelundup Asia Tenggara, John Lie (seorang Tionghoa dari Manado) yang menjadi perantara pembelian perangkat radio tersebut, menjelang Agresi Militer Belanda I bulan Juli 1947. Perangkat Radio Rimba Raya itu dibeli di Malaya. Jadi kemerdekaan Indonesia diperjuangankan oleh seluruh lapiasan masyakrat dari berbagai suku,” tutupnya. (wyra) 9 \lsdl