Home Aparatur Shabela: Komitmen Menuju Kabupaten Layak Anak

Shabela: Komitmen Menuju Kabupaten Layak Anak

37
Bupati Aceh Tengah meninjau Taman Tugu Aman Dimot, Sabtu (7 Maret 2020). (foto: wyra)

Takengon, tanohgayo.com-Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah telah menyatakan komitmen untuk memujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) . Sejumlah langkah telah dilampui, dimulai dengan penandatangan komitmen bersama sejumlah pihak.

Keseriusan untuk menjadikan kabupaten layak anak dan ramah lingkungan dibutuhkan kerjasama dari unsur pemerintahan kampung, jajaran Kementerian Agama dan lainnya guna melakukan upaya konkret yang sinergi.

Semangat upaya mewujudkan Aceh Tengah menjadi kabupaten layak anak tidak selesai hanya dengan penandatanganan komitmen. Namun berbagai upaya dan langkah konkret harus dilakukan dengan mengutamakan perlindungan bagi anak-anak.

Dalam hal itu, para stakeholder di daerah harus menyamakan persepsi, tekad, dan cita-cita bersama untuk mewujudkan Aceh Tengah sebagai kabupaten layak anak. Harus pula dimulai dari kesadaran bersama bahwa untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas merupakan tanggungjawab bersama dan harus dilakukan sejak dini.

Pemkab Aceh Tengah masih dalam tahap percepatan memenuhi indikator Kabupatan Layak Anak seperti input dan evaluasi program/kegiatan. Salah satunya program pembuatan taman bermain anak. Perpustakaan keliling hingga pelosok desa. Serta didukung penetapan empat kecamatan sebagai bagian dari KLA.

Beberapa upaya yang sudah dilakukan Pemkab Aceh Tengah antaranya dengan memperbaharui lokasi lapangan Setdakab dan lapangan tenis pendopo. Lapangan Setdakab kini telah dibatasi pagar, untuk memisahkan lapangan setdakab dengan lokasi tugu Aman Dimot. Sementara lapangan tenis pendopo diubah menjadi taman Inen Mayak Teri. Lapangan Musara alun juga dibenahi menjadi area olahraga dan lapangan terbuka hijau bagi warga setempat.

Shabela didampingi Kadis LHK Zikriadi meninjau lokasi Tugu Aman Dimot

Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar terus memantau lokasi kedua taman terbuka tersebut. Saat meninjau taman Tugu Aman Dimot yang terletak di depan kantor sekdakab setempat, Shabela mengharapkan taman yang ada dijaga dan dirawat dengan baik oleh masyarakat.

Dalam tinjauan Bupati, yang didampingi Kadis Lingkungan Hidup, langsung mengintruksikan untuk melakukan perbaikan sarana bermain anak. Beberapa alat bermain anak yang baru selesai tahun 2019  yang mengalami kerusakan, akibat beban berlebih. “Hari ini harus selesai beberapa arena bermain anak yang rusak, diperbaiki. Arena bermain anak harus nyaman dan aman, jangan sampai ada anak kita yang jatuh dan merasa sakit saat bermain,” intruksi Shabela, kepada Kadis LHK, Sabtu (7/3/2020).

Shabela didampingi Jurnalisa Ketua PWI Aceh Tengah, melihat pemasangan landmark Tugu Aman Dimot.

Bupati menyatakan sering memperhatikan bahwa taman juga sering digunakan pada malam hari oleh remaja, sementara penerangan masih sangat minim. Oleh sebab itu pemkab akan terus membenahi areal terbuka dengan alokasi dana yang relefan. “Taman ini milik bersama untuk anak-anak kita. Waktu bermain bisa sore dan pagi hari. Taman ini harus kita jaga karena kegunaannya untuk anak-anak kita, kalau bisa siapkan juga petugas keamanan yang menjaga anak yang bermain dan pencegahan penyalahgunaan lokasi untuk perbuatan yang tidak baik,” kata Shabela.

Selain taman Tugu Aman Dimot yang baru dibubuhi  landmark nya, Pemkab Aceh Tengah juga terus berupaya membenahi Taman Inen Mayak Tri yang bertepatan di depan Penopo Bupati. Meski sudah diberikan penerangan di lokasi taman, namun beberapa lampu taman sudah dicopot orang yang tidak bertangungjawab.

Selain memperbaiki beberapa fasilitas pendukung, Pemkab Aceh Tengah juga akan menyediakan lokasi taman bacaan. “Taman  akan kita fungsikan selain taman bermain untuk taman bacaan warga. Disana anak-anak bisa bermain dan anak sekolah bisa membaca berbagai macam judul buku nantinya,” pungkas Bupati Shabela Aceh Tengah. ***