Home Aparatur Tarmizi: Nova Gubenur Aceh Yang Hebat

Tarmizi: Nova Gubenur Aceh Yang Hebat

33

Banten, tanohgayo.com – Ir. H. Nova Iriansyah, MT merupakan seorang mantan dosen yang sukses berkarir dalam bidang politik. Ia menjabat Ketua Partai Demokrat Aceh. Mantan anggota DPR RI periode 2009-2014, dan kini Ia adalah Gubernur Aceh, Serambi Mekkah di ujung pulau Sumatera.

Nova adalah salah satu Gubernur Aceh yang hebat, penilaian ini bukan saja karena putra dari dataran tinggi Gayo itu berhasil menduduki kursi Gubernur. Nova juga dinilai cukup pandai dan mampuni dalam mengelola berbagai isu di Aceh.

“Sebagai Gubernur Aceh ,Nova Iriansyah nampaknya bekerja cukup nyaman dalam situasi apa pun. Lihat saja, rasanya ia tidak pernah capek dan lelah, apa lagi sampai harus mengeluh dalam mengurus Aceh seorang diri tanpa wakil,” ujar Tarmizi Age yang akrab disapa Mukarram, Mantan Ketua Komite Monitoring Peace and Democracy (KMPD) Aceh Perwakilan Eropa, Kamis (18/2/2021) di Banten.

“Berbagai isu mungkin telah menerpa pemerintah Aceh, namun dibawah kepemimpinan Gubernur Nova, Aceh baik-baik saja, setiap ada persoalan selalu bisa terselesaikan,” kata Tarmizi.

Isu yang paling mutakhir adalah Aceh juara termiskin se pulau Sumatra, sehingga area Kantor Gubernur Aceh baru-baru ini diramaikan oleh keberadaan papan bunga, bertuliskan ucapan “Selamat” sebagai sindiran atas predikat Aceh provinsi termiskin di Sumatera. Nova tetap tidak gegabah dalam menghadapinya.

Apapun hembusan isu yang menimpa Aceh dan dirinya, bahkan sempat mau diinterpelasi oleh DPRA, bawaan Nova tetap tenang, Ia bukan tipe lelaki yang mudah mengalah dan menyerah, “Gubernur Nova Iriansyah memang hebat,” ujar Tarmizi Age lagi.

Nova lulusan Program Magister Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung dan pernah menempuh pendidikan Strata 1 di Teknik Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya itu, untuk sampai pada tahap menjadi Gubernur Aceh seperti sekarang, bukanlah sebuah hal yang dilaluinya dengan mudah dan gampang,

Anak dari HM Nurdin Sufie ini, harus menjalani setiap prosesnya dengan tekun, sedari awal ia dilantik Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Rabu (5 Juli 2017), sebagai Wakil Gubernur Aceh. Pelantikan Nova Iriansyah sebagai Wakil Gubernur yang berpasangan dengan Gubernur Irwandi Yusuf berlangsung di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

Selanjutnya, Aceh kekosongan Gubernur, karena ketiadaan Irwandi Yusuf, Nova Iriansyah sebagai Wakil Gubernur Aceh saat itu, langsung diamanatkan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, surat Penugasan tersebut diserahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo di Kantor Kemendagri Jakarta, Senin 9 Juli 2018.

Tidak berakhir disitu, setelah menjadi PLT Gubernur Aceh selama lebih kurang dua tahun empat bulan, Ir. H. Nova Iriansyah, MT kemudian dilantik sebagai Gubernur Aceh berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 95/P Tahun 2020, oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Kamis 5 (Nov 2020).

Nova Iriansyah yang pernah mencicipi pendidikan di SD Negeri 3 Takengon (1969—1975) sudah menjadi Gubernur Aceh, sebuah jabatan yang cukup diminati para politikus.

Menjadi Gubernur Aceh setalah konflik berpanjangan dan tsunami bukanlah urusan mudah, apalagi Nova adalah Gubernur pertama dari Partai Nasional yang mendapat peluang memimpin Aceh.

“Kita sangat memaklumi jika kemudian dalam kepemimpinan Nova Iriansyah sebagai Gubernur Aceh timbul berbagai isu yang tak sedap, namun terpenting adalah Aceh baik-baik saja,” jelas Tarmizi Age lulusan AMU Nordjylland, Aalborg, Denmark.

“Sikap Gubernur Nova yang turut berkordinasi dengan KPK dalam menjalankan tugas negara, merupakan salah satu bentuk usaha agar penggunaan uang rakyat tidak salah,” tutup Tarmizi yang juga lulusan SMA Darussaadah Teupin Raya, Pidie. (SP/AG)