Tiba di Aceh Tengah, Menteri Koperasi Optimis Kesejahteraan Petani Kopi Membaik

97

Takengon, tanohgayo.com – Menteri Koperasi dan Usaha Kecul Menengah (UKM) optimis dan petani kopi di tanah Gayo terus membaik, hal tersebut diungkapkan pada saat melakukan kunjungan kerja di Koperasi Baitul Qirat Baburrayyan Takengon, Kamis (17 Juni 2021)

“Kopi dari Aceh Tengah ini sudah bisa kita ekspor meskipun sistem logistik dunia masih sedikit bermasalah,” ujar Teten.

Teten Masduki menambahkan, ekspor pada tahun 2021 akan meningkat karena permintaan pasar dunia naik sedangkan produksi sedang turun. Pihaknya menyebutkan bahwa pada tahun ini merupakan kesempatan bagi Aceh Tengah untuk memanfaatkan hasil petani kopi yang ada di dataran tinggi tanah Gayou untuk masuk ke pasar dunia.

“Supaya kesejahteraan petani kopi terus membaik kelembagaan petani kopi ini yang kita harus sempurnakan, selain koperasi ada lembaga pembiayaan termasuk juga resi gudang dirapikan,” tambah Teten.

Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar dalam sambutannya menyebutkan keadaan kopi arabika Gayo sudah darurat, akibat terserang penyakit akar. Untuk mencegah hal tersebut diharapkan bantuan baik dari provinsi maupun dari pusat.

“Banyak penyakit akar, akar coklat, akar putih artinya jamur akar ini artinya kopi arabika Gayo sudah darurat kita harus selamatkan,” ungkap Shabela.

Disaat pandemi covid 19 Koperasi Baburrayyan turut membantu pemerintah daerah untuk membantu petani kopi. “Kami minta kepada Bapak menteri untuk membantu koperasi yang di Aceh Tengah agar bisa berkembang secara baik dan sehat,” pinta Shabela.

Sementara itu, Ketua KBQ Baburrayyan, Rizwan Husein mengatakan kopi yang diproduksi di KBQ Baburrayyan diperoleh dari petani anggota koperasi yang saat ini jumlahnya mencapai 5.700 orang. Selama pandemi KBQ Baburrayyan mendapat pinjaman dari LPDB-KUMKM.

“Kami mengucapakan terimakasih kepada LPDB-KUMKM, dalam kondisi krisis pandemi Covid-19 mendapatkan pinjaman/pembiayaan dari LPDB-KUMKM,” pungkas Rizwan. (Kumpu Awan/AG)