Home Olahraga Wushu Aceh Targetkan Tiga Tiket PON

Wushu Aceh Targetkan Tiga Tiket PON

8
0

Banda Aceh – Ketua Umum Pengprov Wushu Indonesia (WI) Aceh menargetkan untuk meraih tiga tiket menuju ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Papua. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum (Ketum) Wushu Aceh Kennedy Husen, Sabtu 26 Oktober 2019 di Banda Aceh. “Dari hasil evaluasi kita, insya Allah kita akan lolos ke PON Papua, targetnya tiga tiket,” kata Kennedy.

Sehari sebelumnya, Jumat 25 Oktober 2019, Kontingen Pra-PON Aceh Cabang Wushu secara resmi dilepas oleh Ketua Harian KONI Aceh, H. Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak. Hari ini Kontingen yang terdiri dari Sembilan orang atlet putra dan putri ini berangkat menuju arena Pra-PON di Semarang, Jawa Tengah.

“para atlet akan bertanding di sembilan kelas. Keseluruhan kontingen terdiri dari tujuh atlet putra, dua atlet putri, satu manajer, satu pelatih dan asisten pelatih, serta satu orang tenaga medis,” kata Kennedy.

Di hadapan Kontingen Wushu Aceh saat acara pelepasan, Kennedy yang didampingi Sekumnya Zahirsyah Oemardy, mengatakan, jika para atlet berhasil meraih prestasi pada ajang Pra-PON pihaknya menjanjikan pumusatan latihan PON tahun 2020 ke luar negeri, yaitu ke Cina.

Sementara itu, Ketua Harian KONI Aceh mengatakan, Pra-PON cabang wushu kali ini sangat menentukan nasib Wushu Aceh ke depan. Karena, prioritas pemusatan latihan menuju PON tahun 2020 akan ditentukan dari hasil raihan prestasi pada Pra-PON 2019. “Saya yakin Wushu Aceh akan mampu meraih tiket PON,” kata Abu Razak yang didamping Bachtiar Hasan selaku Ketua Pelatda KONI Aceh sekaligus Wakil Ketua KONI Aceh.

Kepada para atlet, Abu Razak berpesan agar fokus saat berlaga nanti. “Dengarkan arahan pelatih, dan jangan terpancing emosi.”

Pra-PON Cabang Wushu secara resmi akan dimulai dari tanggal 28 sampai dengan 31 Oktober 2019. Berikut ini rincian nama-nama kontingen Pra-PON Aceh Cabang Wushu.

Khalil Khizar Kardawi (kelas 48 kg putra), Bambang sudibyo (52 kg putra), Iwan Rantoni (56 kg putra), Rahmad Dwi Kurniawan (60 kg putra), M. Khadafi (65 kg putra), Victor Wiranata (70 kg putra), Kahawitan fitriadi (75 kg putra), Novriza Raihanda (48 kg putri), dan Sri Ardianti (52 kg putri).

Manajer Eko Juned, Pelatih Kepala Hanafiah Usman, Asisten Pelatih Ritiotry dan tenaga medis Icha.[]