Peringatan Isra Mi’raj, Shabela Ajak Masyarakat Intropeksi Diri Menuju Perubahan

100
Tanohgayo.com, Takengon – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menggelar  Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW tingkat Kabupaten bertempat di Masjid Agung Ruhama Takengon, Senin (28/02/22).
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Bagian keistimewaan dan kesejahteraan rakyat Setdakab Aceh Tengah dengan dukungan Baitul Mal Aceh Tengah.
Peringatan Isra’ Mi’raj, tingkat Kabupaten Aceh Tengah tahun ini mengusung tema, “melalui peringatan isra’ mi’raj Nabi Muhammad SAW, 27 Rajab 1443 H Tahun 2022 M, adalah momentum untuk kita meneguhkan iman dan amal shaleh dalam seluruh aspek kehidupan”.
Bupati Shabela Abubakar menyampaikan acara dilaksanakan secara sederhana dengan tidak melibatkan banyak masyarakat, sebagai langkah untuk meminimalisir penyebaran COVID- 19 yang belum benar-benar usai.
“Sebagai pemimpin mari kita berusaha mewujudkan cita-cita luhur dalam membawa masyarakat kearah adil dan makmur, karena untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur ini bukanlah suatu perkara yang mudah, tentunya akan diwarnai banyak rintangan tantangan dan hambatan,” ujar Bupati.
Bupati Shabela Abubakar, mengajak seluruh Masyarakat untuk sama -sama mengintropeksi diri menuju perubahan yang lebih baik.
“Masyarakat harus bertekad, untuk tidak akan pernah berhenti berjuang dan berusaha untuk mengatasi keadaan. Dengan keyakinan yang kuat, bahwa perjuangan dan usaha itu betapa pun sulitnya suatu saat pasti akan berhasil mencapai tujuan,” kata Bupati Aceh Tengah.
Acara peringatan Isra Miraj kali ini, diisi dengan tausiyah keagaman oleh Tgk, Drs. H. Ridwan Qari, Kepala Baitul Mal Kabupaten Aceh Tengah, yang mengulas materi tentang perjalanan Rasulullah serta memaknai Jihad dalam kehidupan sehari hari.
Terangnya, untuk membangun Mmasyarakat yang shaleh perlu adanya komitmen bersama umat Islam, baik dari pemimpin maupun masyarakat, harus dapat bersama-sama meneguhkan komitmen berislam dengan yakin dan kuat.
“Komitmen tersebut akan terwujud dengan 5 hal, yaitu keyakinan dalam iman, menuntut ilmu sebagai acuan, diamalkan dalam kehidupan, disampaikan atau kewajiban berdakwah untuk semua insan, serta yang terakhir tetaplah bersabar dan Istiqamah kuat dan teguh pendirian,” jelas mantan Kepala Kemenag Bener Meriah itu. (AG)