19 Mei, Pemkab Aceh Tengah Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka

79
Giatkan disiplin Prokes di sekolah, siswa dicek suhu tubuh sebelum KBM oleh guru SDN 1 Cot Girek Aceh Utara/Ist

Takengon, tanohgayo.com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah akan memberlakukan pembelajaran tatap muka. Hal tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi persiapan penyelenggaraan pembelajaran dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah, Kepala Kantor Kemenag, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh, serta Pengurus PGRI Kabupaten Aceh Tengah, Senin (17/05/2021).

Sebelumnya pemkab Aceh Tengah menutup sekolah akibat meningkatnya kasus positif Covid-19. Direncanakan Rabu (19/05/21) akan kembali diberlakukan tatap muka.

“Setelah kami mendengarkan seluruh masukan dari stakeholder yang hadir, kita sepakat untuk memulai pembelajaran tatap muka secara bertahap dalam waktu dekat ini,” ungkap Bupati Aceh Tengah, Shabela di ruang kerjanya, Senin (17/05).

Menurut bupati, keputusan untuk mengaktifkan kembali pembelajaran tatap muka pasca penutupan sekolah terkait kesiagaan penularan Covid-19 dan libur lebaran ini, telah melalui pertimbangan dan masukan dari sebagian besar orang tua/ wali siswa yang menginginkan proses belajar mengajar tetap berlangsung mengingat sistem belajar di rumah secara daring dinilai tidak efektif dan banyak kendala.

“Banyak aduan yang masuk, untuk sekolah tatap muka tetap diberlakukan, sehingga ini perlu pertimbangan jalan keluarnya,” sambung Shabela.

Meskipun izin pelaksanaan pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan dalam waktu dekat ini, sekolah wajib menaati aturan penerapan protokol kesehatan, serta bersedia dievaluasi bilamana pembelajaran tatap muka ini dinilai tidak produktif dan aman dari penularan covid-19.

“Meskipun begitu, penyelenggaraan pembelajaran tatap muka nanti harus tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat, dan akan mendapat pengawasan dari satgas covid-19 atas pelaksanaannya,” tegasnya.

Shabela melanjutkan, pihaknya akan melakukan pemantauan kesiapan sekolah-sekolah sebelum pelaksanaan tatap muka ini diberlakukan. Bila ditemukan adanya sekolah-sekolah yang tidak memenuhi syarat, izin penyelenggaraan tatap muka bagi sekolah dimaksud akan ditunda pelaksanaannya.

“Kami akan turun langsung untuk memantau kesiapan sekolah dalam pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka ini,” Kata bupati sembari menyampaikan ajakan kepada insan pers yang turut hadir dalam rapat itu.

Bupati Shabela juga menekankan agar dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka dapat dijalankan dengan seksama dan selalu mengutamakan kepentingan kesehatan.

Pesannya kepada warga sekolah terutama para tenaga pengajar, agar selalu menjaga kesehatan dan imun serta dapat menjadi contoh dan teladan bagi siswanya dalam penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah. (RL/WR)