Agar Petani Serai Wangi Tetap Kuat Lawan Pandemi

189
Analis mengatakan perlu ada perhatian kepada petani serai saat pandemi. Lahan siap panen Desa Negeri Antara Bener Meriah, salah satu sentra pertanian serai terbaik Aceh/Foto M Rizal

Aceh Besar, Tanohgayo.com – Pandemi Covid-19 dinilai cukup berdampak bagi sektor usaha mikro kecil dan menengah UMKM di Aceh.

Penutupan lokasi-lokasi wisata utama di wilayah tengah provinsi, terutama di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah telah berakibat menurunnya omset penjualan pelaku UMKM setempat.

Guna memastikan kondisi terkini pelaku UMKM masa pandemi, jurnalis Tanohgayo.com Agus Rahmad B mewawancarai Muhammad Rizal lewat ponsel Minggu (29/11), salah seorang pelaku UMKM produsen petani serai wangi di Kabupaten Bener Meriah , Aceh.

Penghargaan adalah kerja keras/Foto M Rizal

Muhammad Rizal dan rekan-rekan bertani dan memproduksi langsung minyak serai  kemasan hasil kebun mereka untuk dikonsumsi, terutama untuk kebutuhan kesehatan, dan kebutuhan lainnya kepada masyarakat. Berikut petikan wawancaranya.

TG : Bung Rizal Obot, bagaimana dampak langsung pandemi Covid-19 ini terhadap usaha anda,atau omset usaha aman-aman saja karena menggunakan fasilitas pemasaran online?

Rizal: Cukup berpengaruh, karena selama ini tamu dan turis domestik menjadi tujuan pasar produksi andalan kita, pembatasan-pembatasan sosial dan karena lokasi wisata yang ditutup selama Covid berakibat menurunnya kunjungan turis ke wisata-wisata Takengon dan Bener maka ini sangat berpengaruh.

TG: Kira-kira berapa persen penurunan omset penjualan karena Covid?

Rizal : Lebih 75 persen berkurang penjualan kita, kalau pun ada ini untuk bertahan.

TG: Jadi penjualan online belum terlalu berpengaruh dibanding kunjungan langsung pembeli ?

Rizal: Jual online ada, itu kita banyak kirim ke luar Aceh , kota-kota di pulau Jawa, terutama Jakarta dan Bandung.

TG. : Apakah ada bantuan-bantuan modal dan pembinaan lanjutan dari pihak lain, terutama Pemkab atau Pemerintan Provinsi ?

Rizal : Ada, awalnya kitakan masuk daftar penerima bantuan dari pemerintah provinsi, karena Covid-19 alokasi bantuan dialihkan untuk itu. Harapannya mendatang bantuan agar tetap direalisasi terutama alat-alat untuk kebutuhan peningkatan teknis pengolahan bahan serai untuk produksi. Kami usaha lain ada dan cukup aktif , setiap ada kesempatan kita ikuti, baru-baru ini kita ikut lomba Aceh Berdikari, sebuah sayembara untuk pelaku UMKM, harapannya kita bisa menang , pengumumannya dijadwalkan 1 Desember pekan depan, semoga lolos seleksi dan kalau beruntung kita ingin bangun ruang pamer dekat lokasi produksi , tujuannya untuk pengembangan usaha.

Instalasi penyulingan serai wangi untuk minyak olahan masih perlu sentuhan teknologi/Foto M Rizal

TG : Musim pandemi ini, apa semua pekerja aktif ?

Rizal: Tim kita utuh ya, melibatkan rekan-rekan pekerja lokal , mereka terlibat saat panen sereh , pengolahan serta produksi. Sampai sekarang Stok cukup minyak yang diproduksi saat ini merupakan hasil panen 3 bulan sebelumnya. Desember nanti,kita potong (panen) sereh lagi, dan bersiap untuk produksi. Harapannya ya Covid melandai kunjungan wisata membaik, tamu berkunjung dan semua stok kita bisa diproduksi dan dibeli sesuai harapan.

TG: Karena Covid-19 ini belum jelas berakhir kapan, dalam hal apa dukungan yang bisa diharapkan baik oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten?

Rizal: Selain bantuan alat-alat produksi, sebagai pelaku UMKM saya harap ada dukungan peningkatan kapasitas, peningkatan pengetahuan pengolahan minyak sereh wangi, ini sebagai turunan kedua untuk berbagai kebutuhan. Kita kan desa Negeri Antara Bener Meriah ini merupakan salah satu sentra pertanian serai wangi Aceh, jadi perlu ada perhatian.

TG: Apa sudah ada dampak dengan Surat Edaran Gubernur Aceh terkait dukungan dan pelibatan UMKM oleh instansi pemerintah?

Rizal: Kita suka sounding aja ke publik lewat medsos terkait edaran Pak Gubernur, harapannya segera ada respon, bahwa untuk kebutuhan-kebutuhan kegiatan instansi pemerintah melibatkan UMKM , saya usul produksi kami kan bisa dijadikan buah tangan juga sebagai karya UMKM di Aceh

Demikian petikan wawancara jurnalis Tanohgayo.com (TG) dengan Muhammad Rizal dikenal juga  Rizal Obot, Produsen minyak serai  wangi di Kabupaten Bener Meriah. Dan berharap petani serai  Aceh serta sedikitnya 200 ribu pelaku UMKM dengan beragam produk olahan turunan lainnya di seluruh wilayah Aceh, lebih bangkit dan tangguh melalui masa-masa sulit selama pandemi. (Agus Rahmad B.)

#PakaiMasker #JagaJarak #CuciTanganPakaiSabun adalah perilaku kunci minimalkan risiko tertular COVID-19. Disiplinkan diri, ingatkan orang lain. covid19.go.id