Antisipasi Penyebaran Covid 19, Bupati Tinjau Isolasi mandiri PT. PP

77

Takengon, tanohgayo.com – Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar selaku Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 didampingi Kapolres Aceh Tengah dan Dandim 0106 melakukan inspeksi di sejumlah tempat guna mengetahui kondisi sesungguhnya di lapangan secara langsung, Rabu (22/04/2020).

Peninjauan pada lokasi rencana fasilitas penanganan isolasi mandiri karyawan PT. Pembangunan Perumahan (PP) dalam pekerjaan proyek PLTA Peusangan 1&2 yang berlokasi pada komplek PT. PLN UPP Kitsum 5, Kampung Weh Porak Kecamatan Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah.

Inspeksi dan pemantauan sekaitan dengan tindaklanjut atas laporan dari manajemen PT. PP beberapa hari lalu, mengenai permohonan untuk pemberian izin mendatangkan tenaga tehnis khusus dari luar daerah (Medan) untuk menyelesaikan progress pekerjaan yang di sub-kontrakan sesuai dengan jadwal.

Shabela mengingatkan kepada pihak perusahaan bahwa, pemerintah daerah melalui Tim Gugus Tugas ingin melihat terlebih dahulu sejauhmana persiapan penanganan isolasi mandiri yang akan dilakukan perusahaan apabila tenaga tehnis dimaksud diperkenankan datang ke daerah ini.

“Ini kita lakukan juga demi keselamatan karyawan yang ada. Dan yang paling penting adalah warga sekitar sini. Karena bisa saja mereka yang datang ini sebagai pembawa virus corona. Apalagi kami dengar datangnya dari atau melalui Medan, dari zona merah itu,” kata Shabela.

Perusahaan berkewajiban untuk senantiasa mengikuti protokol pemerintah terkait pencegahan dari penularan virus corona pada lingkungan kerja, termasuk juga menyangkut soal penanganan isolasi mandiri bagi karyawannya yang baru datang dari luar daerah atau terindikasi mengalami gejala terinfeksi virus corona.

“Kalau kami melihat suasana lingkungan dan juga bangunan rumahnya, cukup layak untuk dijadikan tempat isolasi mandiri. Tapi kami harapkan, mereka ini benar-benar diisolasi dulu selama 14 hari sebelum bekerja. Tolong perusahaan pastikan itu ya? Petugas kami juga akan memantau setiap hari. Ini harus kita jaga ya? Paling utama kesehatan dan keselamatan,” tegasnya.

Sementara itu pihak perusahaan yang diwakili oleh Manager Operasional, Febriko menjelaskan bahwa tenaga tehnis ahli yang akan didatangkan nantinya akan bekerja di bawah sub-kontraktor yang akan menangani pekerjaan stabilisasi lereng dan jaringan telekomunikasi selama 3 – 4 bulan kedepan. “Ada enam orang yang akan datang besok. Mereka sub-kontraktor kita yang akan menangani pekerjaan tehnis di bidang stabilisasi lereng,” terangnya. (AG)