Banjir di Paya Tumpi Hanyutkan Batu, Lumpur bahkan Kayu Hingga Masuk Kampung

88
Shabela Abubakar meninjau rumah warga yang terkena banjir bah di Kp. Paya Tumpi Satu Kecamatan Kebayakan, Rabu (13/5/2020)

Takengon, tanohgayo.com –Banjir melanda Kampung Daling Kecamatan Bebesen dan banjir bandang di Kampung Paya Tumpi  Baru dan Paya Tumpi Satu Kecamatan Kebayakan, Rabu (13/5/2020) sekira pukul 15.00 WIB.

Hujan deras sepanjang siang hingga sore, mengakibatkan aliran deras air dari daerah perbukitan di wilayah Paya Tumpi masuk ke kawasan pemukiman penduduk dengan membawa berupa batu, lumpur bahkan kayu.

Badan jalan arah Bireuen sepanjang ratusan meter ditutupi pasir dan lumpur cukup tebal sehingga kendaraan tidak bisa melintas. Selain itu Kampung Pinangan dan Kampung Paya Reje Tami Delem juga terendam banjir.

Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar dalam kesempatan tersebut baru kembali usai mengunjungi Kampung Kute Reje Kecamatan Linge yang juga mengalami kejadian tanah longsor dan langsung meninjau beberapa lokasi di Kawasan Paya Tumpi.

“Kami tadi dalam perjalanan pulang dari Kute Reje Linge meninjau longsor dan langsung menuju ke Paya Tumpi ini,” kata Shabela.

Shabela beserta rombongan bahkan sempat terjebak di tengah longsoran di pinggir jalan Takengon Bireuen usai mengunjungi dusun Paya Tumpi Atas. Beruntung alat berat sudah berada di lokasi kejadian dan langsung membersihkan badan jalan sehingga kendaraan dapat lewat menuju Kampung Paya Tumpi Induk.

“Dari laporan sementara khusus di Paya Tumpi ada 11 rumah yang terendam material, kemudian 3 kendaraan roda empat hanyut, tidak ada korban jiwa” jelas Shabela.

Beberapa alat berat dari BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum setempat tampak sudah mulai bekerja membersihkan material.

Shabela juga langsung memerintahkan Kepala Dinas Sosial untuk mendirikan dapur umum dan pengungsian di komplek SD setempat dan di Menasah Kerma. “Kepada saudara-saudara kami minta mengungsi terlebih dahulu ke tempat yang lebih aman karena saat ini masih dalam kondisi hujan dan sewaktu-waktu dapat terjadi banjir susulan. Nanti buka puasa di dapur umum saja ya,” kata Shabela saat mengunjungi beberapa warga yang sedang membersihkan rumahnya yang berlumpur.