Bupati Aceh Tengah Bawa Sampah ke Rumah

279

Takengon, tanohgayo.com-Bupati Aceh Tengah perintahkan Kepala Dinas Kebersihan, Lingkungan Hidup dan Pertamanan mengarahkan beberapa truck sampah ke kediaman pribadi bupati di Kp. Paya Tumpi, Senin (13/01/2020).

Hal tersebut dilakukan Shabela lantaran akses jalan menuju tempat pengendapan sementara di Paya Nahu ditolak masyarakat. Mereka berdalih air dari mobil pengangkutan sampah berjatuhan ke jalan dan menyebabkan bau. Demikian juga saat akan dibawa ke Kampung Kung, Kecamatan Pegasing masyarakat setempat juga menolak.

Sebelumnya, 6 unit dump truck beroperasi mengangkut sampah di seputaran Kota Takengon. Dipastikan, setelah Magrib semua armada pengangkut sampah akan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Mulie Jadi Kecamatan Silihnara.

“Dump truk pengangkut sampah itu tak lagi diizinkan parkir di tempat biasa, di Kampung Sadong Kecamatan Bebesen, masyarakat di sana tak mengizinkan lagi, jadi untuk sementara parkir di belakang rumah Bupati Aceh Tengah,” kata Kepala Dinas Kebersihan, Lingkungan Hidup dan Pertamanan Zikriadi, Senin (13/01/2020) melalui sambungan selulernya.

Menurut Zikriadi, truck membawa sampah kering, artinya sampah baru bukan sampah lama, namun masyarakat tetap menolak, padahal sudah 4 tahun di sana parkir. “Supaya masyarakat tidak komplin, sementara di rumah bupati dulu, ini permintaan pak Bupati,”  jelas Zikriadi.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah menyesalkan penolakan masyarakat yang tidak memberikan akses bagi truk pengangkut sampah. “Hal ini sungguh aneh, mobil pengangkutan sampah tidak diberi akses atau tidak diperbolehkan lewat, jadi siapa yang akan membuang sampah,” ujar Shabela.

“Jadi truk pengangkut sampah yang tidak diizinkan masyarakat lewat sementara di tempatkan di rumah pribadi kami di Kampung Paya Tumpi. Ini sementara, tidak akan lama, karena akan ada tempat pembuangan sampah yang baru” kata Shabela.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Shabela juga menambahkan bahwa nasib pekerja dan pembersih sampah tidak pernah dibicarakan dan dihargai masyarakat. “Petugas kebersihan dan pengangkut sampah bekerja hingga jam 3 dini hari tanpa memikirkan kesehatan dan meninggalkan istri dan anak, jadi tolong dihargai,” ungkap Shabela.

Shabela juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang membuang sampah tidak ke dalam kontainer, akan tetapi diletakan atau ditumpuk di luar kontainer, sehingga menambah kerja petugas sampah. (AG)