Bupati dan Wabup Besok "Dimandikan"

240

Takengon, tanohgayo.com-Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah akhirnya akan dimandikan secara adat. Dalam istilah adat Gayo disebut dengan Munirin Reje (Memandikan Raja-red). Kegiatan itu akan berlangsung pada Senin 17 Februari 2020, bertepatan dengan peringatan HUT Kute Takengen ke 443.

Prosesi Munirin Reje sudah dijadwalkan Majelis Adat Gayo (MAG) Aceh Tengah. “Munirin Reje itu sebagai salah satu cara membersihkan diri dari kesilapan dalam menjalankan roda pemerintahan,” kata Wakil Ketua I Majelis Adat Gayo (MAG) Aceh Tengah Banta Cut Aspala .

Prosesi adat tersebut juga penanda untuk mempererat tali silaturahmi antara rakyat dengan pemimpin. Bupati dan Wakil Bupati (Ulu Rintah-red) juga akan menyampaikan pertanggungjawaban kinerja yang telah ditoreh selama setahun terakhir.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah kepada rakyatnya. Bupati menyampaikan apa yang telah dikerjakan selama setahun penuh, itu disampaikan setelah Ulu Rintah dimandikan secara adat,” kata Aspala, Sabtu (15/02/2020) di Takengon.

Setelah dimandikan, kata Aspala, pertanggungjawaban akan disampaikan saat apel bersama di Lapangan Setdakab Aceh Tengah. Ia berharap, kegiatan itu rutin dilaksanakan setiap setahun sekali yang dituangkan ke dalam sebuah regulasi (Perbup/Qanun) untuk menjaga serta melestarikan adat istiadat Gayo “Kita harap Bupati Aceh Tengah dapat membuat Perbup terkait kegiatan ini,” tutup Banta Cut Aspala.

Prosesi adat munirin reje akan dilakukan Senin, 17 Februari 2020, sejak pukul 06.00 WIB. Rencana akan dilaksanakan di Wih Bengi Kelitu dan penyampaian pertangungjawaban di halaman Setdakab Aceh Tengah. (WR)