Cabor Esports Perlu Lebih Disosialisasikan

951

Takengon, tanohgayo.com- Ketua Umum Komite Olahraga Nasional (KONI) Aceh Tengah, Djumhur menyatakan Esport adalah bagian dari cabang olahraga yang sudah diakui di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota.

Hal itu dipertegas, Djumhur saat menutup kegiatan Piala Esports Aceh Tengah 2021 di Aula Parkside Petro Gayo Hotel, Minggu (07 November 2021).

Jelasnya, ada cabang olahraga yang mengasah otot, ada yang otak dan otot dan ada yang memerlurkan tingkat konsentrasii otak saja dibanding olahraga lain.

Esport merupakan olahraga asah otak, jika ada pro kontra maka akan ada juga pihak-pihak yang akan membahasnya.

“Saya sebagai Ketua Umum KONI Aceh Tengah menyatakan Esport salah satu Cabor resmi. Ada pro kontra dalam olahraga ini, itu nanti ada devisi, ada komisi yang akan membahas, dimana letak boleh dan tidak bolehnya,” kata Djumhur.

Saat ini kata dia, banyak remaja main game, punya handphone canggih, bahkan dengan harga puluhan juta rupiah. Tujuan dibelinya Hp canggih itu tujuanya salahsatunya untuk bermain Game.

“Untuk apa, untuk bermain Game, karena, salah satu syarat adalah punya kapasitas penyimpanan yang besar. Intinya, anak-anak punya saluran hobi,” imbuh Djumhur.

Djumhur berpesan, atlet harus pandai mengatur waktu. Atlet binaan esports juga kedepan diharapkan lebih profesional, bila perlu jangan main game di cafe-cafe. Sudah punya bendera, wadahnya maka tunjukan profesionalitas.

Diungkapkannya, remaja saat ini harus beradaptasi terrhadap tekhnologi,  game yang dipertandingkan adalah bersifat positif, bagaimana mengatur strategi, kekompakan dalam tim dan mampu mengasah otak dalam bertanding. “Saya juga pernah mendampingi anak untuk bermain game, disana yang dituntut bagaimana kecepatan berfikir,” ulasnya.

Kehadiran Esports Indonesia (ESI) salahsatunya membawa gamers ke ranah positif bukan ke arah negatif. “Ini proses waktu yang akan menjawab, mudah mudahan ajang ini menuju pilar keterbukaan itu, saya anggap event ini adalah event yang sangat luar biasa. Saya tidak bayangkan, hampir tidak datang di acara ini, karena diluar sepi, rupanya didalam penuh, ada anak anak muda didampingi orang tua. Anak muda sekarang tidak boleh loyo, harus semangat menghadapi tantangan tekhnologi,” pinta Djumhur.

Menurut Djumhur, akan banyak cabang olahraga yang akan bermunculan diluar ekspektasi kita saat sekarang. PON 2024 di Aceh diikuti sebanyak 34 cabang dan Sumatera Utara 30 cabang. Tercatat sebanyak 60 Cabor yang dipertandingkan.

“KONI Aceh Tengah di  Prapora mempertandingkan sebanyak 33 Cabor, tidak termasuk Esports. Kami KONI mendukung penuh berkembangnya Esports, kedepan kami harap disosialisasikan tujuan serta maksud kehadiran Cabor ini supaya masyarakat paham,” tutup Djumhur. (AG)