Enam Santri Temboro Asal Aceh Tengah Negatif Covid-19

88

Takengon, tanohgayo.com – Sebelas warga Aceh Tengah yang sudah melaksanakan pengambilan specimen untuk uji SWAB di Balitbangkes Aceh, dinyatakan negatif Covid 19. Informasi tersebut disampaikan juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Tengah dr. Yunasri, Minggu (10 Mei 2020).

“Kita sudah memulangkan 6 santri ke kampungnya masing-masing, antara lain dari Kecamatan Atu Lintang, Pegasing, Silih Nara dan Ketol. Tadi sudah kami laksanakan serah terima dengan reje didampingi forkopimcam, tokoh masyarakat dan tokoh agama,” ungkap Yunasri.

Menurut Yunasri, pemulangan para santri ini dilaksanakan berdasarkan fakta bahwa rapid test yang telah dua kali dilaksanakan menunjukkan hasil non reaktif. “Protap rapid test pertama kali dilakukan pada hari pertama isolasi dan selanjutnya pada hari ketujuh atau kesepuluh untuk rapid test yang kedua,” jelas Yunasri.

Namun, lanjut Yunasri, rapid test belum memastikan bahwa para santri bebas Covid-19 sebab pada beberapa kasus penderita tidak menunjukkan gejala sehingga perlu dilakukan pengambilan specimen untuk uji SWAB.

“Alhamdulillah hasil uji SWAB 6 santri ini di Balitbangkes Aceh menunjukkan hasil negatif, sehingga kita kembalikan ke kampungnya masing masing sebab mereka juga sudah melaksanakan karantina mandiri selama 14 hari,” kata Yunasri.

Sementara itu 5 warga yang berinteraksi langsung dengan pasien positif Covid 19 warga Bener Meriah saat ini masih dikarantina karena hasil uji swab di Balitbangkes Aceh belum keluar. “5 orang lagi yang dari Kampung Arul Kumer masih dikarantina karena hasil belum keluar,” tutup Yunasri.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Drs. Shabela Abubakar menyampaikan rasa syukur atas hasil uji swab tersebut. “Alhamdulillah anak-anak kita negatif Covid-19, mudah-mudahan yang 5 orang lagi juga negatif,” kata Shabela.

Shabela mengapresiasi semua pihak yang telah berupaya keras dalam penanganan Covid-19 sesuai tugasnya masing masing. “Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak, petugas kesehatan, keamanan, pers, para warga yang bersedia dikarantina, masyarakat sekitar lokasi serta semua pihak yang terlibat,” demikian Shabela. (WR)