Hadapi Pandemi UMKM Aceh Terima Bantuan Lanjutan

231
Analis mengatakan Aceh memiliki kekayaan budaya yang beragam dan perlu upaya konkrit melestarikannya. Pelaku UMKM dapat terlibat dalam banyak hal, selain kuliner, pertanian, UMKM tenun tradisi juga cukup potensial untuk dikembangkan./Foto Agus RB

Aceh Besar, Tanohgayo.com – Krisis kesehatan dan ekonomi karena pandemi Covid-19 dinilai cukup memukul pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM di tanah air, termasuk di Aceh.

Pemerintah pusat dan daerah bekerjasama dan proaktif melakukan pembinaan serta mendistribusikan bantuan lanjutan terkait UMKM.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRK Aceh Besar Zulfikar Aziz dalam kesempatan telewicara Minggu (29/11). Menurut Zulfikar , Aceh Besar memiliki cukup banyak sentra kegiatan UMKM, yang perlu mendapat perhatian.

“ Alokasi khusus Aceh Besar ada, terkait stimulus ekonomi senilai Rp 1 miliar, belum kita keluarkan karena masih sedang berjalan program dari pusat , jika program pusat rampung kita baru kucurkan dana stimulus ekonomi UMKM itu untuk Aceh Besar, “ungkap Zulfikar.

Hampir 2000 UMKM Terima Bantuan

Hampir 2000 Pelaku UMKM Aceh Besar terima bantuan PEN
Dilaporkan sebelumnya, tahap pertama pengucuran bantuan pemerintah pusat hampir 2000 pelaku usaha kabupaten Aceh Besar menerima Bantuan Modal Usaha Mikro dalam upaya memulihkan ekonomi nasional sebagai dampak pandemi Covid-19 melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sementara tahap kedua penyluran bantuan lanjutan masih berproses.

Dekranasda Bantu UMKM Tenun

Baru-baru ini, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Dyah Erti Idawati, mengapresiasi program pengembangan ekonomi kerajinan tenun yang dilakukan oleh Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh.

Apresiasi itu disampaikan Dyah saat memberikan sambutan pada acara penyerahan bantuan sarana dan prasarana produksi dan pembukaan pelatihan dasar menenun, di Rumah Tenun Nyak Mu, Desa Siem, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar baru-baru ini dikutip https://humas.acehprov.go.id/.

Melalui program tersebut, Bank Indonesia memberikan bantuan sarana dan prasarana produksi serta pelatihan dasar menenun kepada para pengrajin di tiga desa, di Kabupaten Aceh Besar.

Dyah berharap, sarana prasarana yang diberikan itu dapat membantu produktifitas pengrajin tenun, sehingga perekonomian mereka pun juga ikut meningkat. Ia juga mengingatkan, agar para pengrajin yang akan dilatih dapat belajar dengan sungguh agar kemampuannya meningkat, dan pada akhirnya akan menghasilkan produk berkualitas. (Agus Rahmad B )