Harga Cabe Rawit Anjlok, Rp 2000/kg, Petani Menjerit Pedagang Gulung Tikar

168

Takengon, tanohgayo.com- Salah Seorang Pengusaha Muda,S Ariga yang membeli cabe rawit di desa Wihni Bakong Kecamatan Silih Nara mengaku nyaris gulung tikar akibat harga cabe rawit di pasaran terjun bebas. Kamis ( 30/04/2020).

Salju mengungkapkan selama seminggu terakhir ini harga cabe terus anjlok, pasalnya ia membeli dari petani dengan harga berpariasi, dengan seketika juga harga di pasaran anjlok.

“Beberapa hari ini kami membeli cabe rawit dari petani dengan harga Rp. 7000/kg, setelah barang di kirim ke beberapa tujuan di Provinsi Aceh dan provinsi Sumatera harga tersebut terjun bebas menjadi Rp. 3000/kg saja, hal tersebut membuat kami rugi puluhan juta rupiah,” sebut Salju.

Sementara itu, dengan harga saat ini mereka tidak dapat lagi membeli cabe rawit dari petani, dikarenakan harga yang sangat rendah.

Salah seorang petani cabe rawit, Udin, desa Wihni Bakong mengatakan mereka sangat kecewa dengan harga saat ini, pasalnya dengan harga Rp. 2000/kg atau  Rp.3000/kg hanya dapat diberikan kepada mereka pekerja mengutip cabe saja.

“Dengan harga saat ini, kami sebagai petani sangat merugi, karena ongkos ngutif cabe saja untuk satu harinya  Rp.100 ribu itupun mereka para pekerja tidak ada yang mau. Dengan demikian cabe rawit kami di kebun tidak ada yang memanennya, cabe akan busuk di batang dan batang akan mati,”  sebut udin petani cabe rawit. (Ozi/AG)