Harga Kopi Gayo Anjlok, Petani Butuh Solusi

125

Takengon, tanohgayo.com- Harga kopi arabika di Gayo sedang mengalami penurunan harga yang drastis. Harga kopi gelondong (biji merah) yang biasa dikisaran Rp 10-12 ribu perbambu kini hanya dihargai Rp. 6-8 ribu/bambu.

Hal tersebut terjadi sejak beberapa minggu terakhir sejak merebaknya penyebaran vuris corona. meski harga kopi mengalami penurunan, jasa kutip kopi masih dikisaran Rp 25 ribu perkaleng (per 10 bambu). Sehingga uang hasil penjualan kopi dianggap sanagt tidak mencukup untuk kebutuhan sehari-hari terlebih ditengah darurat  covid 19.

Tidak hanya harganya yang turun namun sejumlah pedagang kopi sudah tidak berdagang lagi. Sehingga kopi dari petani yang saat ini sedang panen tidak dapat terbeli. Para eksportir juga sedang mengalami penundaan pengiriman ke buyer.

Untuk itu, sejumlah petani berharap ada solusi dari pemerintah agar pengepul masih bisa membeli kopi ke petani dan perekonomian masyarakat dapat terbantu. “Masyarakat ada yang hanya mengandalkan kopi. Kalau kopi tidak terjual bagaimana dapur mereka,” kata Padil, salah seorang warga Kp. Lenga.

Jelasnya, bulan April dan Mei masih diprediksi masih ada kopi, tapi tida ada penampung. Dan akan ada panen raya di akhir tahun. “Kami hanya butuh solusi pak,” katanya dihadapan bupati dan stakholder yang sedang melakukan pertemuan di ruang bupati, Senin (13/4/2020).

Sejumlah pihak mengikuti rapat di ruang kerja Bupati Aceh Tengah, Senin (13/4/2020). Pertemuan tersebut guna membahas permasalahan kopi Gayo yang mengalami penurunan harga yang drastis sejak penyebaran wabah covid-19.

Tampak dihadir, pengelola Sistem Resi Gudang (SRG), eksportir, pihak perbankan, anggota DPRK serta masyarakat petani kopi. Rapat juga dikuti Hendra Budian, anggota DPR Aceh, lewat video conference. (wyra)