Kopi Organik Gayo Masih Sangat Diminati Tetapi Mulai Sulit Masuki Pasar

453

Takengon, tanohgayo.com- Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Aceh Armia Ahmad diundang oleh Kanwil DJKN Aceh sebagai nara sumber dalam webinar yang berjudul  “Mengenal Kopi Gayo Organik Terbaik Dunia”, Kamis (29 Juli 2021).

Statemennya bahwa Kopi  Organik Gayo masih sangat  diminati oleh pasar Amerika, Australia dan Asia tetapi sudah sangat sulit memasuki pasar Eropa sejak tahun 2019.

Hal itu karena regulasi EU telah menetapkan  kopi organik yang boleh memasuki Eropa harus memiliki kandungan Glyphosate maksimum 0,001 mg/kg.

Lebih lanjut Armia Ahmad memaparkan berbagai keunggulan kopi Gayo sehingga sangat diminati oleh konsumen mancanegara. Tidak ada statement yang menyatakan bahwa kopi Gayo tidak organik, tetapi meragukan klaim bahwa kopi organik Gayo adalah yang terbaik di dunia.

Mengikuti perkembangan berita di media sosial bahwa ada aktivis, Sadra Munawar di Bener Meriah angkat bicara, beliau mengatakan bahwa apa yang dikatakan oleh Ketua AEKI Aceh  tentang ketentuan kandungan Glyphosate oleh Uni Eropa tersebut  sudah sering disampaikan di berbagai forum sejak September 2019,  merupakan  refleksi dari kondisi yang terjadi, karena dalam eksport kopi Gayo keluar negeri ,AEKI  yang memahami permintaan buyer maupun konsumen luar negeri.

Sadra menambahkan, bahwa statemen Ketua AEKI Aceh tersebut adalah warning, ke depan bagaimana peran kita semua baik petani, pengusaha, pemerintah dan semua pemerhati kopi bagaimana cara mengantisipasinya, sebagai contoh dengan menerapkan aturan peredaran pestisida seperti obat semprot maupun bahan kimia lainnya. Jadi polemik kopi Gayo terbaik di dunia harusnya mendapat dukungan dengan aksi yang nyata,  agar harga tambah kopi organik tidak hilang di kemudian hari.

Beberapa hari yang lalu kita sudah menghadap Ketua DPRK Bener Meriah Mhd. Saleh, terkait qanun kopi yang didesak pada demo elemen sipil tahun 2020. Dari informasi yang disampaikan oleh Ketua DPRK, melalui kami, bahwa qanun tersebut sedang dikaji secara akademik oleh Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, selanjutnya akan ada diskusi public mendengar dan menerima  masukan dari berbagai pihak agar qanun tersebut sempurna.

Hal senada juga dibenarkan oleh Assiten Manajer Organik Control Union dan Ecocert Koperasi Permata Gayo, Syafrianto atau dipanggil Anto, mengatakan  bahwa pihaknya sebagai staff lapangan yang melakukan inspeksi kebun dan berhadapan dengan petani dan auditor eksternal organik secara rutin.

Persoalan organik adalah kesadaran tidak menggunakan bahan kimia, akan tetapi banyak indikator yang menentukan kopi itu organik atau tidak. Tapi bagaimana petani mengelola kebunnya, ketelusuran produk dan juga pemahaman petani, sehingga selain petani, diaudit, diberikan pelatihan sesuai standard organik EU Eropa, USDA atau NOP USA, JAS Jepang dan lain-lain.

Anto menambahkan, mengingat ketatnya standard organic tersebut, maka calon-calon petani baru harus dilakukan inspeksi 100%, dan bagi petani lama yang melanggar akan didiskualifikasi dari program organik. Apabila ada kebun yang terkena bahan kimia atau menggunakan herbisida dalam penanganan gulma, maka kopi–kopi tersebut dapat terkontaminasi. Hal inilah yang menyebabkan kopi Gayo itu ditolak khususnya pasar eropa karena memberlakukan zero glyphosate mengacu kepada standard EU.

Menurut Armiyadi, owner ASA kopi Takengon, ada dua hal yang berubah dalam hal prilaku produsen dan konsumen dalam perkembangan era informasi ini ini.

pertama para konsumen semakin jeli dan hati-hati untuk memilih produk makanan agar angka harapan hidup dan kesehatan semakin baik, sehingga produk yang sehat dan organik benar-benar dicari dan telusuri kebenarannya, karena harga yang mahal  dan manfaatnya yang ingin diperoleh.

Dalam hal ini, para konsumen mendesak agar pengawasan produk berlebel organik itu harus benar-benar organik bahkan menuntut zero glyophosat.

Kedua, dari sisi produsen menuntut kerja yang efisien, hemat, melimpah dan dihargai dengan harga mahal, lalu menggunakan teknologi terkini baik dengan cara kimia, teknis budidaya praktis dan hemat, agar mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.

Jadi perkembangan zaman membuat kedua sisi ini salin kontradiktif/berlawanan antara sehat dan praktis, pemerintah selaku orang tua petani memiliki kapasitasn untuk memecahkan permasalah ini jika peduli pada petani pintanya.***