Pakar Bahas “Gayo Prasejarah” dalam Desember Kopi 2021

957
Perkampungan nelayan danau dekat ceruk Mendale Takengon, "Dunia adalah Gayo"/Foto. Agus RB

Jakarta, tanohgayo.com– Enam pakar bahas temuan arkeologi Ceruk Mendale dari berbagai sisi dalam event Desember Kopi Gayo 2021 dalam “dialog Gayo Prasejarah” di balai Arkeologi Sumatera Utara (Balar Sumut), baru-baru ini.

Para pakar tersebut adalah Dr Ketut Wiradnyana, MSi (Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara), memaparkan hasil penelitian Arkeologi Ceruk Mendale.

Kemudian peneliti linguistik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Dr Dardanila, MHum membicarakan kaitan temuan Ceruk Mendale, Bahasa Gayo dan penyebaran Bahasa Austronesia.

Pakar adat Gayo yang juga Ketua Majelis Adat Gayo H Aspala Bantacut, SE, MM, mengulas temuan Ceruk Mendale dan Ekspresi Artistik Motif-Motif Gayo.

Selanjutnya Dr.phil. Toetik Koesbardiati (Koordinator Program Studi S3 Ilmu Sosial, FISIP, UNAIR), memaparkan hasil analisa kerangka manusia purba Ceruk Mendale. Dr Toetik sudah pernah datang ke Gayo meneliti temuan Ceruk Mendale.

Pakar lainnya seorang arsitek, Sylviana Mirahayu, ST, MT., dosen Universitas Panca Budi, memaparkan rencana penataan Ceruk Mendale sebagai museum outdoor. Ahli ekonomi makro, Dr Ardi Adji (Pokja Kebijakan TNP2K Sekretariat Wakil Presiden) memapakarkan pemikirannya tentang temuan Ceruk Mendali dalam Pembangunan Kawasan Dataran Tinggi Gayo.

Desember kopi 

Desember Kopi Gayo 2021 merupakan rangkaian kegiatan budaya mengisi panen raya kopi. Tahun ini diisi dengan pertunjukan seni dan dialog virtual dan non virtual. Agenda lengkap Desember Kopi Gayo adalah “Dialog Gayo Prasejarah” di Balai Arkeologi Sumut, pada 10 Desember 2021, “Pentas Puisi Desember Kopi Paya Tumpi” di Kampung Paya Tumpi Baru Aceh Tengah, 15 Desember 2021, “Dialog Kopi, Pinus dan Tembakau” di Fakultas Pertanian Universitas Gajah Putih Takengon, 16 Desember 2021, dan puncak perayaan di pusatkan di Kampung Kuyun Kecamatan Celala Aceh Tengah, pada 18 Desember 2021.

Kolaborasi seniman 

Para seniman yang berasal dari Banda Aceh, Bireuen,Sumatera Utara, Bali, Yogyakarta, Batam dan Riau juga dijadwalkan hadir menampilkan aneka pertunjukan di kebun kopi, kedai kopi dan pabrik kopi.

Para peserta juga dipandu melakukan wisata Gayo prasejarah mengunjungi situs Mendale, Loyang Pukes dan lain-lain.
Forum Beru Gayo menerbitkan kumpulan puisi dengan tema “Perempuan dan Gayo Prasejarah.”

Event Desember Kopi Gayo digagas penyair Fikar W Eda dan para seniman yang bergabung dalam Komunitas Rangkaian Bunga Kopi, Komunitas Musikalisasi Puisi Indonesia dan tahun ini melibatkan Komunitas Gayo Prasejarah.

Kegiatan ini pertama kali diselenggarakan pada 2016 dihadiri seniman dari 18 provinsi di Indonesia dan menerbitkan kumpulan puisi “Kopi 1550 MDPL” dengan kurator Salman Yoga, Mustafa Ismail dan Fikar W.Eda.(RL)