Rahmah: Masukan Kopi ke Resi Gudang dengan Persyaratan

227

Takengon, tanohgayo.com- Sistem Resi Gudang (SRG) milik pemerintah yang dikelola PT Ketiara saat ini dapat menampung 500 ton grean bean kopi arabika Gayo. Sedangkan daya tampung gudang bisa mencapai 1000 ton.

Meski dapat dioptimalkan, Rahmah salah sebagai pengelola menyatakan masih mendapat kendala. “Ada beberapa kebocoran atap sehingga kami harus menutup dengan terpal. Proses penyimpanan (angkut) juga masih manual. Satu goni 100 kg bagaimana mengangkatnya,” kata Rahmah saat mengikuti pertemuan  di ruang Bupati Aceh Tengah, Senin (13/4/2020).

Disaat wabah covid 19, dan anjloknya harga kopi di tingkat petani, Rahmah menyatakan SRG masih dapat menampung. Namun harus memenuhi persyaratan. “Persyaratan bukan dari pengelola tapi dari kementerian. Kalau ada yang mau masukan (kopi) silahkan,” katanya.

Buyer meminta penundaan pengiriman akibat covid 19. Sebanyak 500 karyawan sudah dilakukan pemutusan hubungan kerja. “Kami selalu video conference dengan buyer mereka ada dikamarnya menyelamatkan nyawa,” kata Rahmah.

Pihaknya, ungkap Rahmah memiliki kontrak penjualan (ekspor) namun dilakukan penundaan pengiriman sampai bulan Juli-September 2020. Saat ini ada 10 kelompok tani yang memanfaatkan SRG dengan nilai Rp. 9,3 Milyar.

Syarat Masuk Resi Gudang :
1.Petani membuat kelompok tani
2. Memilih ketua kelompok bendahara dan sekeretaris yang memiliki npwp
3. Kelompok tani disahkan oleh dinas perdagangan setempat
4. Kelompok tani membawa sampel ke PT. Ketiara dengan kadar air 13.5 dan trase 8
5. Uji muti di lakukan oleh lab PT. Ketiara
6. Kelompok tersebut membawa kopinya ke resi gudang
7. Mengansuransikan kopi kelompok tersebut ke pihak asuransi (Jasindo)
8. Pihak administrasi menginput data data kelompok tani ke aplikasi   Isware untuk penerbitan Sertifikat Resi Gudang
9.Sertifikat Resi GUdang diajukan ke pihak Bank (Bank BRI) untuk pencairan
10. Pencairan sebesar 70 % dari nilai barang dan pencairan di wakili oleh ketua kelompok tani dan bendahara.
Sebelumnya, Armiyadi salah seorang pengusaha kopi memimta kepada Pemkab Aceh Tengah untuk dapat menfasilitasi kemudahan persyaratan untuk SRG disaat kondisi harga kopi anjlok karena wabah virus corona.
“Itu kan dikondisi normal, disaat darurat saat ini kalau bisa ada pemberlakuan khusus saat kondisi tidak normal termasuk suku bunganya,” harap Armiyadi. (wyra)