Rebut Medali Emas PON, Anggar Aceh Kembalikan Kejayaan 25 Tahun Silam

103

Merauke – Cabang Anggar Aceh berhasil menoreh prestasi gemilang di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021 Papua. Jumat 8 Oktober 2021, Tim Floret Beregu Putra sukses merebut medali emas setelah mengalahkan rivalnya dari Riau dengan skor akhir 45-39.

Kesuksesan pasukan floret putra Aceh yang beranggotakan Erwan Tona, Zaidil Al Muqaddim dan Yudi Anggara Putra telah mengakhiri dahaga medali emas cabang anggar usai menunggu 25 tahun lamanya.

Beregu Floret Riau diperkuat Muhammad Fuad, Muhammad Fatah Prasetyo, dan Muhammad Anggi Normansyah.

Aula Archilaus Sai, Kabupaten Merauke, Papua, menjadi saksi kegigihan regu floret putra Aceh yang secara bergantian bertarung menghadapi pasukan Riau. Sebelumnya keberhasil tim Aceh masuk ke arena final dipastikan setelah bertarung habis-habisan melawan tim Kalimantan Timur dengan skor 45-30 di babak semi final.

Di babak final, pertandingan Aceh versus Riau berlangsung ketat. Kejar-kejaran angka mewarnai jalannya pertandingan. Masing-masing atlet mendapat kesempatan tiga kali tanding.

Suasana tegang bercampur aduk dengan sorak-sorai masing-masing pendukung.

Ketua Umum KONI Aceh H. Muzakir Manaf atau Mualem yang didamping Ketua Umum IKASI Aceh M. Nasir Syamaun, MPA hadir langsung di arena pertandingan untuk memberikan dukungan kepada para atlet Aceh. Turut hadir juga Kolonel Inf Irvan, Kasi Ops Korem 174 Merauke asal Aceh, serta AKBP Untung Sangaji, Kapolres Merauke yang pernah menjadi Kapolres Aceh Utara pada 2016.

Di sesi terakhir, Erwan Tona yang kembali tampil usai dua penampilan sebelumnya, sukses mengunci angka bagi tim Aceh dengan skor 45. Bersama dua rekannya Zaidil Al Muqaddim dan Yudi Anggara Putra, ia melompat girang. Riuh kegirangan juga membahana di tribun pendukung Aceh.

Ketua IKASI Aceh, M Nasir Syamaun, MPA usai pengalungan medali mengatakan, 25 tahun lamanya cabang Anggar Aceh gagal merebut medali emas di nomor floret beregu putra. Terakhir, Aceh meraih medali saat tampil di PON 1996, Jakarta. Ketika itu, Aceh diperkuat Alkindi, Sofyan dan Mardani.

“Ini catatan sejarah bagi IKASI periode sekarang, setelah cukup lama puasa medali emas, Alhamdulillah, akhirnya kita kembali mendapatkan medali emas di nomor ini, di Merauke,” kata M Nasir yang didamping Manajer Tim Anggar Aceh, Husaini.

“Alhamdulillah kejayaan Anggar Aceh telah kita kembalikan, semoga kejayaan ini terus berlanjut di masa-masa yang akan datang,” tambah M. Nasir yang juga Sekum KONI Aceh.

M. Nasir menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada para atlet yang telah berjuang mengharumkan nama Aceh. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada seluruh masyarakat Aceh, kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan bagi Tim Anggar Aceh di arena PON XX 2021 Papua.

“Sebenarnya, kita sudah lama sekali menguasai jenis senjata floret dari zaman senior-senior mereka dahulu,“ kata Husaini sembari menambahkan bahwa IKASI Aceh sejak awal menargetkan satu medali emas di PON XX Papua.“

“Alhamdulillah target itu terlah kita capai.“

Sebelumnya Anggar Aceh juga sukses meraih medali perak atas nama Erwtona nomor Floret Perorangan Putra, Yudi Anggara Putra Perunggu floret perorangan putra dan perunggu nomor sabel perorangan putri atas Elvanda Cantika Putri.

Khusus medali perunggu Elvanda, ini merupakan catatan sejarah baru bagi Aceh, dimana sepanjang keikutsertaan Anggar Aceh di ajang PON, Elvanda adalah atlet sabel putri pertama yang mempersembahkan medali bagi Tanah Rencoeng.[]