Sedang Pandemi Rubama Perempuan Aceh Raih Penghargaan KEHATI

175
Hari Penganugerahan Yayasan Kehati, digelar virtual./dok.Kehati

Jakarta, Tanohgayo.com – Baru-baru ini resepsi hari penganugraahan Yayasan Kehati digelar virtual, dalam kesempatan tersebut Rubama M dari Kota Banda Aceh dinyatakan berhak menerima penghargaan Prakarsa Yayasan KEHATI.

Kategori Prakarsa Kehati ditujukan untuk perorangan atau kelompok/organisasi dari komunitas masyarakat lokal, seperti masyarakat adat, rukun warga desa, Karang Taruna, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), Organisasi non-pemerintah (Ornop) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), serta kelompok lain yang berbasis masyarakat lokal.

Kategori Prakarsa ini diraih oleh Rubama M. seorang perempuan dari Aceh yang berhasil mengorganisir dan mendampingi kelompok perempuan di Kampung Damaran untuk melakukan konservasi di kawasan ekosistem Leuser, yang telah rusak parah akibat pembalakan liar dan pembukaan lahan pada tahun 2015.

Proses panjang mengantarkan kampung Damaran Baru mendapat izin pengelolaan kawasan hutan melalui skema hutan desa. Perlindungan kawasan hutan menjadi goals besar dalam tata kelola kawasan dengan gerak nyata melalui Konsep Community Patrol Team: Women’s ranger/Mpu Uteun.

Pemanfaatan dan pembudidayaan dilakukan melalui Pengembangan konsep Green Economy. Strategi pendekatan yang dilakukan sangat efektif dan konsisten. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain patrol hutan sebanyak 4 kali, adanya 13.000 bibit yang siap tanam sebagai pengayaan restorasi kawasan, munculnya usaha alternatif seperti budidaya lebah madu dan perikanan air tawar kombinasi, dan budidaya selada air sebagai kawasan ekowisata.

Bersama Rubama, penerima penghargaa lainya H. Jarot Winarno, M.Med.Ph dari Kabupaten Sintang (PAMONG KEHATI), PT Karya Dua Anyam dari DKI Jakarta (INOVASI KEHATI), Dr. Ir. Pande Ketut Diah Kencana dari Kota Denpasar (CIPTA KEHATI), Samsudin dari Kabupaten Indramayu (CITRA KEHATI), dan Margaretha Mala dari Kabupaten Kapuas Hulu (TUNAS KEHATI).

“Yayasan KEHATI sangat bangga dapat menampilkan para pejuang keanekaragaman hayati dan lingkungan hidup di ajang KEHATI Award 2020 ini. Sesuai dengan visi KEHATI, maka atas jasa merekalah alam Indonesia bisa lestari, tidak hanya bagi manusia kini, namun juga bagi masa depan anak negeri. Kami berharap KEHATI Award yang ke-9 ini dapat menumbuhkan dan mendorong minat seluruh komponen bangsa Indonesia untuk lebih mempedulikan,mencintai, dan mengambil peran dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati,” ujar Direktur Eksekutif Yayasan KEHATI Riki Frindos kepada Tanohgayo.com.

Dalam kesempatan hari penganugerahan hadir Pembina Yayasan KEHATI Prof. Emil Salim, Prof Emil mengatakan, bahwa apa yang dilakukan oleh para pahlawan lingkungan ini sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan, Peningkatan sektor ekonomi harus tetap sejalan dengan program pelestarian lingkungan hidup, dimana pemanfaatan keanekaragaman hayati harus memiliki nilai berkeadilan dan berkelanjutan.

KEHATI adalah yayasan yang didirikan sejak 12 Januari 1994 dengan maksud untuk menghimpun dan mengelola sumber daya yang selanjutnya disalurkan dalam bentuk hibah, fasilitas, konsultasi dan berbagai fasilitas lain guna menunjang berbagai program kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia dan pemanfaatannya secara adil dan berkelanjutan.

Beberapa warga Aceh memuji inisiasi Kehati dan mengucapkan selamat atas penghargaan  kepada aktivis lingkungan , terutama Ibu Rubama yang mewakili Aceh.

Ismi (21) warga Banda Aceh mengatakan, ini semangat bagi generasi muda, siapapun perempuan dan laki-laki perlu lebih perduli terhadap lingkungan, apalagi lagi mussim Covid saat ini.

Wardah (25) IRT di Pidie Jaya mengaku kagum terhadap para penerima penghargaan,  pantas dicontoh, memberi tauladan dan ikhlas untuk kerja kemanusiaan dan lingkungan. (Agus Rahmad B)