Sejumlah Tokoh Lakukan Pertemuan di DPRK Bahas Perdamaian

138

Takengon, tanohgayo.com- Ketua DPRK Aceh Tengah mengajak semua pihak untuk arif dan bijaksana menyikapi persoalan yang sedang dialami Bupati Shabela dengan Wakil Bupati Aceh Tengah Firdaus.

“Dinamika dalam pemerintahan itu biasa terjadi, kita harus sikapi dengan bijak dan dewasa. Sudahlah jangan ada lagi pihak pihak yang mempekeruh suasana,” kata Arwin Mega, Jum’at (15/05/2020) malam.

“Dari lubuk hati yang terdalam, saya sebagai Ketua DPRK Aceh Tengah meminta persoalan ini bisa diselesaikan dengan kekeluargaan dan mengedepankan adat istiadat Gayo. Masing-masing kita punya kesalahan, sebagai manusia dan pejabat daerah kita tidaklah sempurna menjalankan roda pemerintahan, ada saja yang salah, ada saja yang keliru, mari kita evaluasi bersama,” terang Arwin Mega.

Ia berharap semua pihak dapat mendinginkan suasana. “sudahlah tidak usah diperbesar lagi, Aceh Tengah sedang butuh perhatian semua pihak untuk menangani permasalahan Banjir dan Covid-19,” ajaknya.

Dalam waktu dekat, kata Arwin, akan memanggil tokoh ulama dan tokoh adat untuk mencari solusi dan mendinginkan suasana, keributan pada elite akan hanya merugikan masyarakat, mendamaikan saudara yang sedang berseteru adalah perintah agama.

Menindaklanjuti pernyataan Ketua DPRK Aceh Tengah, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Majelis Adat Gayo (MAG) Aceh Tengah melakukan pertemuan di ruang kerja Arwin Mega, Sabtu (16/05/2020).

“Ini kewajiban kami dengan Majelis Adat dan MPU, untuk itu kami panggil untuk membicarakan perdamaian (Shabela vs Firdaus),” kata Arwin Mega, Sabtu (16/05/2020) diruang kerjanya.

“Sebelum Idul Fitri mudah-mudahan sudah berdamai dan nanti akan disaksikan langsung oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah,” jelas Mantan Ketua DPC PDI perjuangan Aceh Tengah itu.

Sementara itu, Ketua MPU Aceh Tengah Tgk.M Isa Umar mengatakan, siap mendamaikan Bupati Shabela Abubakar dan Firdaus, rencana itu akan dilakukan dalam waktu dekat. “Kita terus berupaya untuk mendamaikan keduanya, tidak perlu diproses secara hukum, apalagi pak Bupati dan pak Wakil Bupati bersedia berdamai,” terang M Isa Umar.

Begitupun Majelis Adat Gayo Aceh Tengah, pihaknya siap mendamaikan kedua belah pihak dengan prosesi adat Gayo. “Sebagai Bupati dan Wakil Bupati kita gelar Munik ni Reje, jika terbentur dalam pemerintahan kita akan selesaikan juga secara adat,” kata Wakil Ketua 2 MAG M.Thaib KB.

Menurutnya, perdamaian itu akan dituntaskan sebelum idul Fitri tiba. “Kasus ini harus selesai dihari ke 27 ramadhan, ketika masuk idul Fitri, kita semua dalam keadaan suci,” jelas M.Thaib, sembari menuturkan Wakil Bupati Firdaus siap untuk berdamai. (AG)